BANTEN –
**Borneonews - Lebak**, Sahabat Relawan Indonesia (SRI) baru-baru ini melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan distribusi obat serta vitamin di pemukiman masyarakat Badui, yang terletak di daerah terpencil Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kegiatan ini diorganisir dengan melibatkan tim perawat dan bidan yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan sampel untuk analisis lebih lanjut. Koordinator SRI, Muhammad Arif, mengungkapkan bahwa tim tersebut telah mengadakan pemeriksaan kesehatan di Kampung Cibeo, Desa Kanekes, yang merupakan bagian dari kawasan Badui Dalam. Pada kesempatan yang sama, tim medis mengambil sampel sputum dari tujuh warga setempat sebagai bagian dari upaya deteksi awal penyakit. Tindakan ini diambil setelah seorang warga berusia 16 tahun bernama Sanadi dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tuberkulosis (TB) pada tanggal 11 Oktober. Tindakan pencegahan ini menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit di komunitas tersebut. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif teridentifikasi TB, maka para pasien diharuskan untuk menjalani pengobatan rutin selama enam bulan dengan bantuan pengawas minum obat (PMO). Selain fokus pada deteksi penyakit, SRI juga mendistribusikan obat vitamin kepada 15 balita di Kampung Cibeo dan 33 balita di Kampung Badui Luar, demi meningkatkan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut. Tim medis menempuh perjalanan yang cukup menantang dengan berjalan kaki selama belasan kilometer guna mencapai daerah Badui Dalam. Jalur yang dilalui cukup sulit, mengingat kondisi topografi yang berbukit dan jalan setapak yang terjal. Oleh karena itu, tim harus berhati-hati dalam setiap langkah. Setelah tiba di pemukiman, petugas medis melakukan kunjungan rumah ke rumah untuk memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Keberadaan mereka disambut dengan hangat oleh penduduk Badui, yang merasa bersyukur atas perhatian dan pelayanan kesehatan yang diberikan. Muhammad Arif menambahkan bahwa perjalanan tim medis berlangsung dengan baik, berkat cuaca yang kondusif di kawasan tersebut, yang tidak dilanda hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan kepada komunitas yang terisolasi, seperti masyarakat Badui. ANTARA