MANADO –
**Borneonews - Manado**, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk menjaga jarak dari Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dengan radius bahaya setidaknya dua kilometer. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan menyusul aktivitas vulkanik yang terpantau. Kepala PVMBG, P Hadi Wijaya, mengungkapkan bahwa saat ini aktivitas Gunung Ruang berada pada level II atau status Waspada. Hal ini disampaikan dalam laporan yang dirilis di Manado pada hari Minggu. Dalam komunikasi yang dibagikan melalui grup percakapan "Info Gunung Api Sitaro," Hadi mengajak masyarakat untuk mematuhi nasihat serta rekomendasi yang telah diperoleh dari PVMBG. Pada kondisi ini, Hadi menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang tinggal di sekitar Gunung Ruang. Mereka diminta untuk tidak memasuki area dalam radius dua kilometer dari pusat kawah yang aktif. Ia juga menginstruksikan agar warga yang berada di Pulau Ruang yang terletak dalam radius tersebut segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, masyarakat setempat diimbau untuk menggunakan masker guna melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Warga yang berada di luar batas radius dua kilometer diminta untuk tetap tenang, melanjutkan aktivitas sehari-hari, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkaitan dengan kemungkinan erupsi. Mereka juga disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi melalui aplikasi *MAGMA Indonesia*. Hadi lebih lanjut menjelaskan bahwa penting bagi pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut untuk terbuka berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang yang terletak di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang berbasis di Bandung. Erupsi dapat menghasilkan lontaran material pijar dan mengeluarkan abu vulkanik, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Selain itu, hujan deras yang turun di sekitar Gunung Ruang dapat memicu lahar yang berbahaya. Sehubungan dengan aktivitas seismik, antara 16 hingga 30 September 2024, tercatat berbagai jenis gempa. Sebanyak 31 kali gempa embusan, 70 kali gempa vulkanik dalam, delapan kali gempa tektonik lokal, serta 134 kali gempa tektonik jauh. Pada tanggal 30 September 2024, tercatat 32 kali aktivitas gempa vulkanik dalam. Semua catatan ini menunjukkan bahwa PVMBG akan terus melakukan evaluasi berkala terkait tingkat aktivitas Gunung Ruang serta mengawasi setiap perubahan yang signifikan. ANTARA