BANDA ACEH –
**Borneonews - Meulaboh**, Sebanyak 345 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 116/Garda Samudera kembali ke Aceh setelah menyelesaikan tugas mereka selama sembilan bulan sebagai bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (*Satgas Pam Obvitnas*) di PT Freeport, Papua. Kepala Seksi Operasi Komando Resor Militer (Korem) 012 Teuku Umar, Mayor Infanteri Rana Mega Al Amin, mengungkapkan bahwa rincian prajurit yang telah kembali dari berbagai kloter menunjukkan pencapaian yang signifikan. "Saat ini, jumlah prajurit yang telah kembali dari kloter satu hingga kloter tiga mencapai total 345 orang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Meulaboh, Aceh Barat, pada hari Minggu. Dijelaskan oleh Mayor Inf Rana, total prajurit Yonif 116/Garda Samudera yang berangkat menjalankan tugas di Papua adalah sebanyak 555 orang. Artinya, masih ada 210 prajurit yang akan kembali ke Aceh secara bertahap, dan estimasi waktu pengembalian mereka dijadwalkan hingga tanggal 18 Oktober 2024. "Sebagai bagian dari harapan kita bersama, mari kita berdoa agar semua prajurit dapat kembali dengan selamat dan utuh ke pangkuan satuan mereka," imbuhnya. Mayor Inf Rana juga menekankan pentingnya tugas yang diemban oleh prajurit TNI sebagai suatu kebanggaan dan kehormatan. Tugas ini merupakan bentuk kepercayaan negara, di mana para prajurit mengemban tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan stabilitas di area tugas mereka, terutama di PT Freeport. Para prajurit yang kembali dari Papua tiba di Aceh melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Setibanya di bandara, mereka melanjutkan perjalanan menuju Rindam Iskandar Muda untuk melaksanakan pengecekan terkait personel, materiil, kesehatan, serta pemeriksaan barang-barang bawaan lainnya. ANTARA