JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menekankan pentingnya peningkatan kemampuan melalui riset dan pelatihan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dilakukan untuk menjadikan BUMDes lebih kompetitif di pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Harlina Sulistyorini, menyatakan bahwa dengan dukungan yang tepat dalam hal riset, pelatihan, serta akses ke pasar, diharapkan BUMDes dapat bersaing secara efektif. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks persiapan acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang berlangsung di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Sebagai contoh konkret, Harlina merujuk kepada pelatihan yang dilaksanakan oleh Kemendes PDTT berkolaborasi dengan berbagai pihak menjelang acara tersebut. Dia menjelaskan bahwa inisiatif Gernas BBI dan BBWI memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk meningkatkan pengembangan produk unggulan dari BUMDes, sehingga bisa bersaing di pasar domestik dan internasional. Harapan besar pun disampaikan Harlina agar acara tersebut bisa mempercepat pencapaian kemajuan yang signifikan bagi BUMDes di seluruh Indonesia, terutama di Maluku Utara. "Kami dari Kementerian Desa sangat berkomitmen untuk mendukung, memfasilitasi, serta menjadi mitra yang aktif dalam kegiatan-kegiatan di Maluku Utara. Selama ini, kami juga terus mendampingi BUMDes untuk memperkuat ekonomi di wilayah ini," ungkapnya. Sebagai Manajer Kampanye Gernas BBI dan BBWI, Harlina menambahkan bahwa gerakan ini berkomitmen untuk mempromosikan produk lokal dari berbagai sektor. Ini termasuk sektor manufaktur, kuliner, fesyen, kerajinan, dan industri kreatif lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta apresiasi terhadap kualitas produk dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. Dia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Inisiatif ini dinilai sangat penting dalam rangka meningkatkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Lebih lanjut, Harlina menekankan betapa pentingnya inovasi serta transformasi digital untuk meningkatkan daya saing BUMDes dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini menjadi sangat relevan, terutama di daerah seperti Maluku Utara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. "Maluku Utara adalah daerah yang kaya akan rempah-rempah dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Ini adalah potensi besar yang perlu dioptimalkan melalui inovasi produk dari BUMDes," tutupnya. ANTARA