JAKARTA –
**Borneonews - Harare**, Otoritas kesehatan di Zimbabwe baru-baru ini melaporkan adanya dua kasus infeksi virus *mpox* atau cacar monyet untuk pertama kalinya di negara tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan dan Anak, Douglas Mombeshora, pada hari Minggu (13/10) melalui kantor berita setempat, Newsday. Kedua individu yang terinfeksi virus ini diketahui memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Kasus pertama adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang melakukan perjalanan ke Afrika Selatan pada bulan Agustus. Kasus kedua melibatkan seorang pria berusia 24 tahun yang baru saja kembali dari Tanzania pada bulan September. Sebagaimana diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan pada bulan Agustus bahwa wabah *mpox* di wilayah Afrika merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian internasional. Untuk menanggapi situasi ini, badan kesehatan PBB tersebut telah memberikan prakualifikasi terhadap vaksin MVA-BN yang diproduksi oleh perusahaan Denmark, Bavarian Nordic, sebagai vaksin pertama yang disetujui untuk melawan *mpox* pada bulan September lalu. *Mpox* adalah penyakit menular yang tergolong langka dan dapat menular antar manusia. Meskipun umumnya gejala yang ditimbulkan bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu, penyakit ini juga dapat berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada sejumlah kasus. Gejala awal yang biasanya muncul pada individu yang terinfeksi meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Selain itu, penderita juga dapat mengalami menggigil dan kelelahan. Ruam yang diakibatkan oleh penyakit *mpox* sering kali mulai terlihat pada area wajah dan kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. ANTARA