PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Erik, pria berusia 29 tahun, memutuskan untuk meninggalkan dunia perhotelan di Kota Palangka Raya dan memulai babak baru dalam hidupnya sebagai peternak ayam broiler.

Keputusan ini diambil setelah ia mengumpulkan modal dari hasil kerja kerasnya di industri perhotelan. Modal tersebut kemudian ia gunakan untuk membeli kandang ayam bekas dengan kapasitas 5.000 ekor ayam.

Meskipun pengalaman di dunia peternakan ayam masih nol, Erik yakin bahwa ia dapat meraih hasil maksimal.

Ia pun memutuskan untuk bergabung dengan program kemitraan atau plasma. Ini sebuah langkah strategis untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan.

"Saya memang belum pernah terjun langsung ke dunia peternakan ayam, tapi saya melihat peluang yang cukup menjanjikan. Teman saya yang sudah lama berkecimpung dalam bisnis ini menunjukkan hasil yang cukup baik, meskipun risikonya juga tinggi," katanya, Senin, 12 Oktober 2024.

Erik menyadari bahwa keputusan untuk menjadi peternak ayam broiler tidaklah mudah. Tantangan dan risiko selalu mengintai, namun ia tetap optimis. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia dapat mengatasi segala rintangan.

"Saya membeli kandang ayam bekas dengan harga yang sesuai dengan kemampuan saya. Ini merupakan langkah awal yang cukup baik untuk memulai usaha peternakan ayam," tambah Erik.

Dia menyadari bahwa menjadi peternak ayam broiler tanpa bantuan tenaga kerja merupakan hal yang cukup melelahkan. Namun, dengan usia yang masih muda, ia merasa mampu untuk menjalankan semua tugas sendiri.

"Memang cukup melelahkan melakukan semuanya sendiri, tapi saya masih muda dan punya tenaga. Saya yakin bisa mengatasinya," kata Erik dengan semangat.

Ia menargetkan keuntungan sebesar Rp5.000 hingga Rp8.000 per ekor ayam. Ia telah melakukan perhitungan yang matang berdasarkan harga jual ayam dan biaya operasional, termasuk pakan dan obat-obatan.

"Saya sudah melakukan perhitungan yang matang. Dengan sistem kemitraan, saya yakin bisa mendapatkan keuntungan yang cukup baik," ungkapnya.

Erik menyadari bahwa menjadi peternak ayam broiler bukan hanya tentang keuntungan semata. Ia juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan ayam, seperti kebersihan kandang dan pemberian pakan yang berkualitas.

"Saya harus menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang berkualitas agar ayam tumbuh sehat dan menghasilkan daging yang baik," jelasnya.

Dia juga menyadari bahwa ia harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia peternakan ayam.

"Saya harus terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi agar usaha peternakan ayam saya dapat berkembang," ujarnya.

Erik berharap bahwa usaha peternakan ayam broilernya dapat berkembang pesat dan menjadi sumber penghidupan yang baik bagi dirinya dan keluarganya. Ia juga ingin menjadi contoh bagi para pemuda di Palangka Raya untuk berani memulai usaha dan meraih kesuksesan.

Erik menyadari bahwa menjadi peternak ayam broiler membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ia harus siap menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga ayam dan penyakit ayam.

"Saya harus siap menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga ayam dan penyakit ayam. Namun, saya yakin dengan kerja keras dan tekad yang kuat, saya dapat mengatasi semua rintangan," tuturnya.

Ia juga menyadari bahwa ia harus menjaga hubungan baik dengan mitra bisnisnya. Ia harus selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan mitra untuk memastikan kelancaran usaha peternakan ayam broilernya. (HENDRI/H)