JAKARTA –
**Borneonews - Lamongan,** Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengambil langkah cepat untuk merespons dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Kemensos menyalurkan bantuan berupa 42.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Dalam informasi yang disampaikan dari Jakarta, Kemensos menjelaskan bahwa sebelum melakukan distribusi, pihaknya telah melakukan asesmen mendalam. Asesmen tersebut fokus pada tujuh kecamatan dan 18 desa yang terkena dampak, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. Distribusi air bersih dimulai pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, dan masih berlangsung hingga saat ini di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Lamongan. Plt. Direktur PSKBA Kemensos, Masryani Mansyur, menjelaskan rincian distribusi air bersih tersebut. Sebanyak 6.000 liter air disalurkan di Desa Soko, dan di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, sebanyak 12.000 liter. Selain itu, distribusi juga dilakukan di Kecamatan Solokuro dan Kecamatan Mantup, masing-masing sebanyak 12.000 liter. Kemensos juga telah melakukan pemetaan untuk menentukan titik pendistribusian air bersih. Proses ini mempertimbangkan jarak antara rumah warga dengan sumber air agar distribusi dapat dilakukan dengan efisien. Untuk menjaga kelancaran proses distribusi, Kemensos juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat mengenai rencana pengeboran sumber air, pembuatan penampungan air, serta sistem pipanisasi. "Rencana lokasi pengeboran sumber air akan dibahas secara langsung dengan pemerintah setempat. Harapannya, ini akan membantu beberapa kecamatan di Lamongan," ujar Masryani. Musim kemarau berkepanjangan yang telah berlangsung di Kabupaten Lamongan sejak April 2024 telah menyebabkan 98 desa di 15 kecamatan mengalami kekeringan parah, yang berujung pada krisis air bersih. Ribuan kepala keluarga yang terpengaruh harus membeli air bersih dengan harga berkisar antara Rp300.000 hingga Rp350.000 per tangki yang memiliki kapasitas 4.000 liter. Keadaan ini terpaksa dilakukan mengingat jarak sumber air dari rumah warga mencapai sekitar 2 kilometer. Upaya dan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak serta memastikan akses mereka terhadap air bersih dalam menghadapi situasi yang sulit ini. ANTARA