JAKARTA –
**Borneonews - Depok, Jawa Barat**, Presiden Joko Widodo memimpin apel Operasi Mantap Brata 2024, yang bertujuan untuk menjaga keamanan pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Upacara tersebut berlangsung di Markas Komando Brimob, Depok, pada hari Senin. Presiden Jokowi tiba di lokasi upacara pada pukul 08.13 WIB. Ia disambut oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam kesempatan itu, Presiden terlihat mengenakan topi baret Brimob serta berjas hitam, menandakan keseriusannya dalam acara tersebut. Kedua pemimpin, Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, memasuki area upacara secara bersamaan dengan menggunakan kendaraan Pindad Maung. Di belakang mereka, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga mengikuti menggunakan mobil serupa. Setelah tiba di lapangan upacara, pembawa acara memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk memimpin apel. Sekitar 15.000 personel Polri turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Pimpinan apel Presiden Joko Widodo,” ujar pembawa acara. Dalam apel ini, Presiden Jokowi menerima penghargaan Loka Praja Samrakshana dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kontribusi besar Presiden dalam pengembangan organisasi Korps Bhayangkara. Selain itu, Presiden juga memberikan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja Polri, yang meliputi Bareskrim, Baharkam, Korbrimob, Divisi Hubungan Internasional, Korlantas, Densus 88 Antiteror, serta Pusdokkes. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan secara langsung kepada masing-masing pimpinan dari satuan kerja yang berprestasi. Acara diakhiri dengan demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa satuan kepolisian, memperlihatkan persiapan pengamanan untuk upacara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Acara yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat teras, seperti Wakapolri Komjen Agus Andrianto, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, dan Mendagri Tito Karnavian, serta pejabat tinggi lainnya di lingkungan Polri. Sekitar 15.000 personel yang ambil bagian dalam acara tersebut terdiri dari 16 batalion, mencakup: Batalion 1 (Pati dan Pamen Polri), Batalion 2 (Pama Polri), Batalion 3 (Polwan Mabes Polri), Batalion 4 (Korsabhara Baharkam Polri), Batalion 5 (Korpolairud Baharkam Polri), dan seterusnya hingga Batalion 16 (Sekolah Pembentukan Perwira). ANTARA