**Borneonews - Jakarta Selatan**, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan telah merencanakan penyelenggaraan bazar untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lima lokasi berbeda di setiap kecamatan. Rencana ini diharapkan dapat dilakukan sepanjang tahun ini.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Ferdinand Renald, Kepala Seksi Industri PPKUKM Jakarta Selatan, kegiatan bazar ini akan berlangsung dengan total lima kegiatan di setiap kecamatan. Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan UMKM di kawasan tersebut.
Sebagian besar peserta bazar merupakan anggota dari Jakpreneur, yang merupakan program pembinaan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Salah satu bentuk pembinaan yang diberikan termasuk pelatihan yang berkaitan dengan bidang fesyen, kerajinan, serta kuliner. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dan memberi mereka pengetahuan yang lebih luas terkait dunia usaha.
Ferdinand menambahkan bahwa para peserta bazar telah mendapatkan pendampingan dalam kewirausahaan, yang diharapkan dapat memicu inovasi baru dalam usaha mereka. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah peningkatan kemampuan di bidang digitalisasi, yang menjadi kunci untuk bersaing di era modern.
Kegiatan bazar ini didominasi oleh kaum wanita, khususnya ibu-ibu dalam rentang usia 35 hingga 50 tahun. Ferdinand juga mengapresiasi semangat para peserta yang terus berusaha meningkatkan keterampilan demi menambah pendapatan keluarga. Hingga saat ini, PPKUKM Jakarta Selatan telah melaksanakan jadwal bazar di 55 lokasi yang berbeda di wilayah tersebut.
Melalui bazar ini, diharapkan akan tercipta ruang bagi pelaku UMKM untuk menumbuhkan semangat dan memberikan tantangan baru dalam upaya mengembangkan usaha mereka. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat, tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta pada bulan Februari 2024 mencapai 6,03 persen, dengan jumlah pengangguran sebanyak 328 ribu orang.
Sementara itu, BPS juga mencatat bahwa Jakarta Selatan memiliki 62.579 pengangguran terbuka pada tahun 2023. Tingkat pengangguran terbuka di Jakarta pada tahun 2021 tercatat 8,50 persen, kemudian menurun menjadi 7,18 persen pada tahun 2022, dan terus turun lagi menjadi 6,53 persen pada tahun 2023. Sementara di Jakarta Selatan, angka pengangguran terbuka pada tahun 2021 adalah 7,33 persen, turun menjadi 5,63 persen pada tahun 2022, dan berada di angka 5,37 persen pada tahun 2023.
ANTARA
Bazar UMKM Jakarta Selatan, Lima Lokasi Setiap Kecamatan Sasar Ibu-Ibu
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
Komentar (0)
Memuat komentar…







