BATAM –
**Borneonews - Batam**, Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, melaporkan bahwa hingga September 2024, terdapat 544 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang masih aktif dari total 607 KUB yang terdaftar. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas kelompok nelayan tetap menjalankan aktivitas mereka, terdapat juga sejumlah kelompok yang tidak aktif. Menurut keterangan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kota Batam, Witono, ada 63 kelompok yang tercatat tidak beroperasi secara kolektif. Meskipun individu-individu dalam kelompok tersebut masih melaut, mereka tidak beraktivitas sebagai bagian dari kelompok. Keberadaan KUB sangat penting karena merupakan salah satu syarat untuk menerima berbagai bentuk bantuan dari pemerintah. Dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 132 Tahun 2023 dinyatakan bahwa setiap kelompok harus terdiri minimal dari 10 orang nelayan agar dapat berpartisipasi dalam program dukungan tersebut. Witono menambahkan bahwa meskipun sebagian besar KUB masih aktif, mereka menghadapi beberapa tantangan dalam operasional sehari-hari. Dalam dinamika kelompok, ada yang berjalan dengan baik, tetapi ada juga yang mengalami masalah, seperti kepemimpinan yang tidak kuat dan ketidakdisiplinan anggota. Salah satu faktor yang menyebabkan beberapa KUB tidak aktif adalah kurangnya ketegasan dari pemimpin kelompok dalam mengelola anggotanya, terutama terkait dengan manajemen keuangan dan partisipasi mereka. Contohnya, terdapat aturan yang mengharuskan anggota untuk menabung. Jika ketua kelompok tidak tegas, anggota lainnya akan cenderung tidak mematuhi aturan tersebut, yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja kelompok secara keseluruhan. Meskipun demikian, Diskan Kota Batam tetap menganggap KUB sebagai program unggulan. KUB berhasil melakukan perubahan dalam pola pikir para nelayan, yang sebelumnya cenderung bekerja secara individual. Witono menjelaskan pentingnya menciptakan perubahan mindset di kalangan nelayan, agar mereka dapat berkolaborasi, melakukan perencanaan yang matang, serta menabung bersama dengan rekan-rekannya. Diskan Batam terus berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan dukungan guna memastikan bahwa KUB yang masih aktif dapat mengoptimalkan pengembangan usaha perikanan mereka. Harapan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memberdayakan nelayan dan menjadikan mereka lebih mandiri dalam menjalankan usaha perikanan yang berkelanjutan. ANTARA