JAKARTA –
**Borneonews - Bekasi Selatan**, Komplotan perampok perhiasan yang beroperasi di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah diketahui melakukan aksi mereka sebanyak 12 kali. Tindakan kriminal ini terungkap setelah kejadian yang terjadi pada tanggal 23 September lalu. Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya baru mengonfirmasi 12 lokasi kejadian perkara (TKP) yang berkaitan dengan komplotan tersebut. Rovan menekankan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai tindakan kejahatan ini. Adapun ke-12 TKP itu mencakup berbagai daerah, antara lain, Bekasi Selatan, Ciledug, Bekasi Utara, Bekasi Timur yang mencatat dua kejadian, serta Neglasari, Teluk Naga dengan tiga kejadian, dan terakhir Pinang dengan dua TKP. Rovan juga menambahkan bahwa mereka masih memeriksa pengakuan para pelaku. Ia mengingatkan kepada masyarakat agar segera melapor jika mereka menjadi korban perampokan dengan modus yang mirip. "Kami mengkonfirmasi bahwa bagi warga yang mengalami kasus serupa bisa segera melaporkan kepada kami untuk mendukung proses penyidikan," ungkapnya. Motif di balik aksi perampokan ini diduga kuat berkaitan dengan faktor ekonomi. Rovan menjelaskan bahwa para pelaku melihat tindakan ini sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Motifnya adalah untuk mencari nafkah," ungkap Rovan. Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap lima orang pelaku yang terlibat dalam perampokan perhiasan senilai Rp350 juta yang terjadi di sebuah rumah di Kota Bekasi pada 23 September. Penangkapan kelima pelaku berinisial R (43), AH (43), AR (27), JN (35), dan HAS (37) dilakukan pada 10 Oktober di tiga lokasi berbeda. Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil dari kerja keras tim penyidik. Melalui informasi yang diperoleh dan koordinasi yang baik, pihak kepolisian dapat mengungkap jaringan perampokan ini dan menghentikan aksi mereka. ANTARA