PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa neraca perdagangan internasional Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 masih menunjukkan nilai yang positif atau surplus. Namun, nilai surplus tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Pada Agustus 2024, nilai surplus perdagangan luar negeri Kalteng tercatat sebesar US$231,02 juta, turun 13,52 persen dari US$267,13 juta pada Juli 2024," kata Agnes pada Senin, 14 Oktober 2024.

Penurunan ini juga menurutnya terlihat jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, di mana surplus pada Agustus 2023 mencapai US$322,09 juta, menunjukkan penurunan sebesar 28,27 persen.

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa penurunan ini tidak hanya terjadi pada bulan Agustus saja. Secara kumulatif, nilai surplus perdagangan Kalimantan Tengah dari Januari hingga Agustus 2024 juga mengalami penurunan sebesar 24,69 persen. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, surplus tercatat sebesar US$3.477,56 juta, sedangkan pada tahun ini hanya mencapai US$2.618,84 juta.

Menurut Agnes, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan internal.

"Penurunan harga komoditas utama ekspor serta peningkatan biaya produksi menjadi salah satu penyebab utama penurunan surplus perdagangan ini," ujarnya.

Selain itu, kondisi ekonomi global yang tidak stabil juga turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah. Meskipun demikian, Agnes tetap optimis bahwa Kalimantan Tengah dapat memperbaiki kinerja perdagangannya di bulan-bulan mendatang.

"Kami akan terus memantau dan melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekspor dan mengurangi hambatan-hambatan yang ada," tambahnya.

Dengan adanya penurunan ini, diharapkan pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat bekerja sama lebih erat untuk mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi perdagangan Kalteng di masa depan. (TESTI PRISCILLA/H)