JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penganugerahan tanda kehormatan Nugraha Sakanti oleh Presiden Joko Widodo kepada tujuh satuan kerja (satker) Polri merupakan sebuah amanah yang harus diemban untuk meningkatkan kinerja. "Penghargaan yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada kami ini hendaknya menjadi amanah agar kami semua dapat bekerja lebih baik ke depan, sesuai harapan dan tugas yang diberikan oleh masyarakat," ungkap Kapolri usai acara apel Operasi Mantap Brata 2024 di Markas Brimob, Depok. Ketujuh satuan kerja yang menerima penghargaan tersebut terdiri dari Bareskrim, Baharkam, Korbrimob, Divisi Hubungan Internasional, Korlantas, Densus 88 Antiteror, serta Pusdokkes. Kapolri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras, sehingga lembaga kepolisian mampu meraih penghargaan tersebut. "Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi semangat dan motivasi bagi semua untuk berkontribusi lebih baik lagi bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menambahkan bahwa Polri menghormati Presiden Jokowi dengan menyematkan Medali Kehormatan Loka Praja Samraksana. Ia menjelaskan bahwa pemberian medali ini merupakan gambaran penghormatan institusi Polri atas sumbangsih besar dari Presiden terhadap penguatan dan pengembangan organisasi kepolisian. "Sumbangsih beliau yang luar biasa ini membantu kami untuk lebih optimal dalam melaksanakan tugas pokok, yaitu melindungi dan mengayomi masyarakat, serta melakukan penegakan hukum," jelasnya. Ia berharap, penghargaan tersebut bisa memotivasi para personel untuk memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat dan negara. Acara apel Operasi Mantap Brata 2024 diselenggarakan dalam rangka persiapan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 15.000 personel yang berasal dari 16 batalion. Selain penganugerahan medali, Presiden Jokowi juga menerima penghargaan Loka Praja Samrakshana dari Kapolri karena kontribusinya yang signifikan dalam pengembangan Korps Bhayangkara. Sebagai penutup, beberapa satuan kepolisian melakukan demonstrasi terkait persiapan pengamanan upacara pelantikan presiden dan wakil presiden. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi, antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Agus Andrianto, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Mendagri Tito Karnavian, dan sejumlah pejabat lainnya dari kepolisian. ANTARA