SURABAYA –
**Borneonews - Situbondo**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, yang terletak di provinsi Jawa Timur, sedang berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para kader *posyandu*. Fokus utama dari inisiatif ini adalah pencegahan, yang diwujudkan melalui program pelatihan dan pembekalan teknis. Dengan upaya ini, diharapkan para kader dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai kepada masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan, menyatakan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) di wilayah setempat akan secara bertahap memberikan pembekalan teknis kepada ribuan kader *posyandu* melalui pendekatan yang dikenal sebagai Integrasi Layanan Primer (ILP). Menurutnya, ILP adalah sebuah konsep yang memperhatikan siklus kehidupan manusia dengan penekanan pada aspek pencegahan. Ia menambahkan, penerapan konsep ini akan dilakukan sampai ke level *posyandu*. Wawan menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader secara bertahap. Setiap kader diharapkan untuk menguasai 25 keterampilan dasar di bidang kesehatan. Keterampilan ini mencakup berbagai layanan, seperti penyediaan paket layanan kesehatan yang menyeluruh, pencatatan dan pelaporan data kesehatan, serta melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga. Dalam keterangan lebih lanjut, Wawan menyoroti hasil evaluasi layanan kesehatan yang menunjukkan bahwa banyak penyakit yang dapat dicegah, meskipun saat ini masih banyak masyarakat yang datang ke puskesmas hanya ketika kondisi kesehatan mereka sudah parah. Ia menegaskan pentingnya berfokus pada pencegahan agar masyarakat tidak hanya mengakses layanan kesehatan setelah sakit menjadi parah. Di sisi lain, Kepala Dinkes Situbondo, Sandy Hendrayono, mengungkapkan bahwa jumlah kader *posyandu* di Situbondo saat ini mencapai sekitar 6.000 orang, termasuk kader remaja, yang tersebar di 20 puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu). Ia juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan insentif bagi para kader. Saat ini, insentif tersebut sebesar Rp500.000 per tahun, dan ada arahan dari Kementerian Kesehatan untuk menambah jumlah tersebut pada tahun depan. ANTARA