BOGOR –
**Borneonews - Depok**, Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi Makro dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Mahjus Ekananda, M.M., M.S.E., menekankan signifikansi *ekspektasi rasional* dalam kerangka kebijakan ekonomi. Menurutnya, konsep ini menjadi fondasi utama bagi para pelaku ekonomi untuk membuat proyeksi yang lebih terukur dan logis di masa depan. Prof. Mahjus memulai analisa mengenai konsep tersebut yang sangat berpengaruh terhadap cara pandangnya saat ini. Ia menjelaskan bahwa pemahaman akan *ekspektasi rasional* adalah penting dalam memahami dinamika perekonomian. Lebih lanjut, ia membahas kritik yang disampaikan oleh Robert Lucas serta pentingnya pendekatan model ekonomi seperti Model Keseimbangan Umum Stokastik Dinamis (*Dynamic Stochastic General Equilibrium* atau DSGE) dalam kajian ekonomi makro modern. Model ini, jelasnya, berfungsi untuk mengevaluasi dampak dari kebijakan fiskal dan moneter serta memberikan wawasan tentang respons ekonomi terhadap berbagai guncangan dari luar. Prof. Mahjus menegaskan bahwa untuk dapat memahami teori ekonomi makro pada tingkat lanjutan, penting bagi individu untuk menguasai bahasa matematika, serta mampu membaca grafik dan menginterprestasi angka serta data yang ada. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tanpa adanya sentuhan seni dan pemahaman yang mendalam terhadap aspek kehidupan, analisis tersebut tidak akan banyak berarti. Dalam pembicaraannya, Prof. Mahjus menggarisbawahi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perekonomian global saat ini, termasuk isu inflasi yang tinggi, krisis energi, dan percepatan proses digitalisasi yang tengah berlangsung. Prof. Mahjus baru-baru ini dikukuhkan sebagai Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada Kamis, 10 Oktober. Ia dikenal sebagai akademisi produktif, dengan lebih dari 16 buku dan berbagai artikel ilmiah yang dipublikasikan baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai bagian dari kontribusinya, Prof. Mahjus juga aktif memberikan pelatihan kepada beragam instansi, termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Kementerian Keuangan. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang Teknik Komputer di Institut Teknologi Bandung dan melanjutkan studi pascasarjana di bidang ekonomi dan manajemen di Universitas Indonesia serta Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Dengan latar belakang akademik yang mendalam, beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki perspektif ekonomi yang inovatif dan kritis. ANTARA