PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 tercatat sebesar 55,20 persen, mengalami penurunan sebesar 1,35 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 56,55 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam tingkat hunian hotel di wilayah tersebut.

Agnes menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi hotel, TPK hotel bintang satu, tiga, dan lima mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,83 poin, 0,17 poin, dan 6,12 poin. Sebaliknya, TPK hotel bintang dua dan empat mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,12 poin dan 2,66 poin.

"Peningkatan pada hotel bintang lima cukup signifikan, namun penurunan pada hotel bintang dua dan empat juga perlu menjadi perhatian," ujar Agnes pada Senin, 14 Oktober 2024.

Untuk hotel non bintang, TPK pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 0,14 poin dibandingkan bulan sebelumnya, dari 22,76 persen menjadi 22,62 persen. Penurunan ini terutama terjadi pada kelompok hotel dengan 25-40 kamar dan lebih dari 40 kamar, masing-masing sebesar 2,34 poin dan 0,38 poin. Sementara itu, kelompok hotel dengan kurang dari 10 kamar dan 10-24 kamar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,54 poin dan 1,10 poin.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 0,99 poin. Penurunan ini terjadi pada hotel bintang satu, dua, dan empat, masing-masing sebesar 0,41 poin, 3,12 poin, dan 2,30 poin. Namun, hotel bintang tiga dan lima mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,93 poin dan 2,54 poin.

TPK hotel non bintang pada Agustus 2024 juga mengalami penurunan sebesar 0,52 poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini tercatat pada kelompok hotel dengan 25-40 kamar dan lebih dari 40 kamar, masing-masing sebesar 4,23 poin dan 6,24 poin. Sebaliknya, kelompok hotel dengan kurang dari 10 kamar dan 10-24 kamar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 1,33 poin dan 3,88 poin.

Agnes Widiastuti menambahkan bahwa data ini penting untuk evaluasi dan perencanaan strategi dalam meningkatkan tingkat hunian hotel di Kalimantan Tengah.

"Kami berharap dengan adanya data ini, para pelaku industri perhotelan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja mereka," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)