**Borneonews - Jakarta**, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memanfaatkan bahan pangan lokal tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tetapi juga dapat turut meningkatkan perekonomian di tingkat lokal.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sebuah siaran pers di Jakarta menjelaskan bahwa program ini dimulai dengan fokus pada penyediaan pangan yang aman di desa-desa, dengan harapan ke depan desa-desa tersebut mampu memproduksi secara ekonomi.
Dia menyampaikan potensi yang ada di Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta, di mana berbagai produk pangan dari desa ini telah sukses diekspor hingga ke Amerika Serikat. Desa ini juga menjadi lokasi peluncuran Sinergi Program Desa Pangan Aman serta PMT berbahan pangan lokal.
Saat ini, terdapat sekitar 1,7 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di Indonesia. BPOM berharap bahwa setidaknya 60 persen dari total UMKM ini, atau sekitar 800 ribu, berfokus pada sektor pangan. Organisasi tersebut berupaya agar jumlah UMKM yang terstandardisasi semakin meningkat. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Taruna menjelaskan bahwa jika setiap UMKM diberdayakan dengan minimal dua pekerja, maka akan ada sekitar 3,4 juta orang yang memperoleh pekerjaan dari sektor ini. Hal ini tentu akan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan.
Taruna juga menunjukkan harapan agar Program PMT yang memanfaatkan pangan lokal ini dapat diperluas menjadi program nasional. Ia juga mengusulkan agar program ini bersinergi dengan Program Makan Siang Gratis yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional.
Dalam acara yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa cara terbaik untuk memberikan tambahan gizi adalah dengan menyajikan makanan yang diracik dan disiapkan oleh ibu-ibu lokal. Untuk mendukung program ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran bagi 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia.
Menkes Budi juga menekankan pentingnya peran BPOM dalam membantu proses standardisasi, mencakup prosedur, tata cara, keamanan, serta keragaman makanan, agar balita dan ibu hamil tidak menghadapi permasalahan dalam pemenuhan gizi. Dia menjelaskan, "Kebersihannya juga distandardisasi, sehingga di satu rumah tersebut dapat memasak untuk 30-100 balita atau ibu hamil yang mengalami masalah gizi."
ANTARA
Program PMT Pangan Lokal Tingkatkan Gizi dan Dorong Ekonomi Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







