BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang pada Agustus 2024 memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
"Dengan jumlah tamu mencapai 44.308 orang, naik 2,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sektor perhotelan di Kalimantan Tengah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan pertumbuhan yang signifikan," kata Agnes pada Senin, 14 Oktober 2024.
Peningkatan jumlah tamu domestik sebesar 2,25 persen menjadi 43.405 orang menunjukkan bahwa Kalteng semakin diminati sebagai destinasi wisata domestik. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan hotel, tetapi juga berdampak pada sektor lain seperti restoran, transportasi, dan atraksi wisata. Namun, penurunan jumlah tamu asing sebesar 7,19 persen menjadi 903 orang menunjukkan perlunya strategi pemasaran yang lebih efektif untuk menarik wisatawan internasional.
Di sisi lain, penurunan jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang sebesar 1,70 persen menjadi 66.814 orang menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi oleh hotel-hotel kecil dan menengah.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan jumlah tamu asing sebesar 43,48 persen, yang menunjukkan bahwa hotel non bintang perlu meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas untuk menarik lebih banyak tamu asing," tutur Agnes.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lanjut Agnes, peningkatan jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang sebesar 4,79 persen dan di hotel non bintang sebesar 7,88 persen menunjukkan tren positif dalam industri perhotelan di Kalteng. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan upaya promosi pariwisata dan peningkatan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Agnes Widiastuti juga menyoroti pentingnya rata-rata lama menginap atau RLTM sebagai indikator kepuasan tamu.
"RLTM tamu domestik terlama tercatat pada hotel bintang lima dengan durasi 2,04 hari, menunjukkan bahwa hotel-hotel mewah berhasil memberikan pengalaman menginap yang memuaskan," bebernya.
Sebaliknya, RLTM tersingkat pada hotel bintang satu dengan durasi 1,27 hari menunjukkan perlunya peningkatan kualitas layanan di hotel-hotel tersebut.
Pada hotel non bintang, RLTM tamu domestik terlama tercatat pada kelompok hotel dengan 10-24 kamar, yaitu 1,15 hari, menunjukkan bahwa hotel-hotel kecil menengah mampu memberikan pengalaman menginap yang memuaskan. Namun, RLTM tersingkat pada kelompok hotel dengan lebih dari 40 kamar, yaitu 1,04 hari, menunjukkan perlunya peningkatan kualitas layanan di hotel-hotel besar.
"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan di Kalteng memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan peningkatan kualitas layanan, Kalteng dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dan internasional, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," jelas Agnes lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









