**Borneonews - Jakarta**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya peran generasi muda, terutama para mahasiswa, sebagai agen literasi keuangan dalam rangka membangun kesadaran finansial pada diri mereka dan masyarakat secara keseluruhan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Tanah Air.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, dalam sebuah webinar dengan tema "Peran Mahasiswa dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan: Membangun Kesadaran Finansial" yang berlangsung di Jakarta, mengungkapkan bahwa edukasi menjadi kunci. Ia mengingatkan bahwa tanpa pemahaman yang baik, masyarakat dapat terjerat dalam aktivitas judi *online*, yang akan mengalihkan dana yang seharusnya digunakan untuk investasi yang legal dan produk jasa keuangan yang sah. Kegiatan semacam ini berisiko tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Mirza saat memberikan kuliah umum di Universitas Sam Ratulangi di Kota Manado, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari program OJK Mengajar. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan pribadi dapat membantu individu menghindari investasi di entitas keuangan ilegal serta mengurangi risiko terjerat dalam pinjaman *online* yang berpotensi merugikan.
Literasi keuangan, menurut Mirza, memungkinkan masyarakat untuk memilih produk jasa keuangan dan produk investasi dengan bijak. Hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 65,43 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 75,02 persen.
Di sisi lain, ia mencatat bahwa meskipun banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki rekening tabungan di bank, pemahaman mereka mengenai pasar modal masih rendah. Hanya 4 persen masyarakat yang mengetahui tentang pasar modal, dan 5 persen saja yang memiliki produk terkait. Ada juga 30 persen masyarakat yang memahami produk asuransi, tetapi hanya 17 persen yang telah memilikinya.
Mirza menegaskan bahwa OJK tidak dapat melakukan upaya literasi keuangan ini sendirian. Oleh karena itu, mahasiswa sangat diharapkan untuk berperan sebagai agen literasi keuangan, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk orang lain. Dengan demikian, mereka dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, mengenali produk-produk jasa keuangan, serta berinvestasi dan meminjam dengan bijak.
"Saya ingin menekankan bahwa regulator harus terus berupaya memberantas praktik ilegal, tetapi juga harus mendampingi masyarakat dengan edukasi. Mahasiswa harus menjadi agen literasi dan tidak terlibat dalam judi online," ujarnya.
Dalam upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) mencatat, dari Januari hingga 23 September 2024, telah ditemukan dan dihentikan sebanyak 2.500 entitas pinjaman *online* ilegal dan 241 penawaran investasi ilegal di berbagai situs serta aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat. OJK juga telah memblokir sekitar 8 ribu rekening yang diduga terlibat dalam transaksi judi daring per tanggal 30 Agustus 2024.
Sebelumnya, OJK telah menutup 10.890 entitas ilegal, termasuk investasi ilegal, pinjaman *online* ilegal, dan gadai ilegal, sejak tahun 2017 hingga Agustus 2024. Kerugian yang ditimbulkan oleh entitas-entitas ini mencapai Rp139,67 triliun. Direktur Pengawasan Perilaku PUJK OJK Wilayah Regional 4 Surabaya, Dedy Patria, mengungkapkan bahwa kerugian terbesar masyarakat akibat entitas ilegal terjadi pada tahun 2022, mencapai Rp120,79 triliun.
Total ada 10.890 entitas ilegal yang sudah kami tutup, dengan kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp139 triliun, terutama yang paling besar pada tahun 2022," pungkasnya.
ANTARA
Generasi Muda sebagai Agen Literasi Keuangan untuk Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







