JAKARTA –
**Borneonews - Purwakarta**, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meresmikan gedung Pusat Manufaktur Indonesia, yang lebih dikenal dengan istilah *Indonesia Manufacturing Center* (IMC), di Purwakarta, Jawa Barat. Gedung ini dirancang untuk fokus pada produksi mesin dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemandirian industri dalam negeri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa gedung IMC akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi. Fasilitas ini lengkap dengan infrastruktur, kelembagaan, sumber daya manusia, mesin dan peralatan, serta sistem *Information and Communication Technology* (ICT) yang mendukung industri manufaktur. "IMC diharapkan dapat menjadi katalisator bagi program *Machine Making Machine* (3M) melalui kolaborasi Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, sektor industri, perguruan tinggi, lembaga riset, serta masyarakat," ungkap Menteri secara virtual pada acara peresmian di Purwakarta. Menteri menjelaskan bahwa pembangunan industri nasional kini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan yang cukup signifikan. Namun, dia menegaskan pentingnya keyakinan Indonesia untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam rangka memajukan industri nasional. Dalam upaya mempercepat pelaksanaan program 3M, fasilitas pusat manufaktur ini diharapkan dapat menjalin kerja sama yang erat dengan sektor industri. Hal ini mencakup kemitraan dalam tahap perancangan dan pengembangan produk permesinan hingga industri tersebut mampu melakukan produksi secara mandiri. Dari sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko Cahyanto, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung IMC dilakukan secara bertahap, dimulai pada tahun 2022 dan ditargetkan selesai pada tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan diawali dengan *groundbreaking* yang dilaksanakan pada 5 Desember 2022, dilanjutkan dengan acara *topping off* pada 18 September 2023, dan direncanakan akan rampung 100 persen pada 14 Oktober 2024. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gedung ini dibangun di atas lahan seluas 23.190 meter persegi, dengan pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 70 persen. "Pembangunan IMC berhasil meraih TKDN sebesar 70,41 persen dengan memanfaatkan material serta tenaga kerja lokal," pungkasnya. ANTARA