**Borneonews - Jakarta**, Presiden Terpilih Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia melalui berbagai strategi, salah satunya dengan melakukan hilirisasi sumber daya alam. Hal ini bertujuan agar kekayaan yang ada dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya pada acara Repnas National Conference, Prabowo menekankan pentingnya mandat yang ia terima dari rakyat. Ia menyatakan bahwa mengurangi kemiskinan adalah misi utamanya setelah terpilih menjadi presiden. Menurutnya, setiap aset dan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa harus dilindungi dan dikelola dengan bijaksana sehingga seluruh rakyat dapat menikmati hasilnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah penting untuk mengolah hasil alam Indonesia di dalam negeri. Dengan melakukan proses ini, diharapkan potensi yang terdapat di Bumi Pertiwi dapat dimaksimalkan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari sumber daya yang melimpah.
Selain itu, ia mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) untuk bersinergi membangun ekonomi nasional. Prabowo meyakinkan bahwa kerja sama antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, sejahtera, dan adil bagi seluruh masyarakat. Dalam video sambutannya, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai.
Sementara itu, Ketua Repnas, Anggawira, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Ia menjelaskan bahwa Repnas berkomitmen untuk memperkuat ekonomi di tingkat daerah dan mendukung pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8 persen.
Anggawira juga menambahkan, di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, Repnas berupaya meningkatkan peran pengusaha muda dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, serta memastikan kemandirian Indonesia dalam bidang pangan dan energi.
Di sisi lain, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melaporkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia telah mengalami penurunan signifikan dalam dekade terakhir. Angka ini turun dari 4 persen di tahun sebelumnya menjadi 0,8 persen pada tahun 2023.
Dia menjelaskan, penurunan ini mencerminkan kemajuan yang telah dicapai, meskipun data definitif mengenai tingkat kemiskinan ekstrem tersebut masih menunggu hasil survei yang direncanakan pada September 2024. Kemungkinan penurunan tersebut bisa saja lebih rendah dari 0,8 persen, menjanjikan harapan akan kondisi ekonomi yang lebih baik di masa depan.
ANTARA
Prabowo Tekankan Hilirisasi untuk Atasi Kemiskinan di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







