MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa'ad, mengungkapkan bahwa guru-guru yang sebelumnya mengajar di sekolah yayasan dan telah lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (*PPPK*) akan dikembalikan ke sekolah yayasan setelah penempatan mereka di sekolah negeri. Pernyataan ini disampaikan di Sorong. Beliau menegaskan bahwa sekolah yayasan memiliki peran signifikan dalam pengembangan pendidikan di Tanah Papua. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberi perhatian dan dukungan terhadap keberadaan mereka. Lima yayasan yang telah diakui sebagai pelopor pendidikan di Papua antara lain adalah Yayasan Pendidikan Kristen (*YPK*), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (*YPPK*), Yayasan Pendidikan Islam (*YAPIS*), Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-gereja Injili (*YPPGI*), serta Yayasan Pendidikan Anak (YPA). Yayasan-yayasan ini telah berkontribusi secara konsisten terhadap sektor pendidikan di wilayah tersebut sejak awal keberadaannya. Dalam langkah konkret untuk mendukung sekolah yayasan, Pj Gubernur mengajak seluruh pemimpin daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk berkontribusi aktif. Beliau mendorong agar ada bantuan nyata dalam pengelolaan pendidikan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah yayasan di Tanah Papua. Terkait dengan pelaksanaan *PPPK*, Muhammad Musa'ad menjelaskan bahwa beliau telah mengajukan surat kepada Presiden Joko Widodo melalui Kantor Sekretariat Presiden mengenai permasalahan yang dihadapi oleh yayasan pendidikan terkait dengan pemindahan guru-guru ke sekolah negeri. Merespons surat tersebut, Kantor Sekretariat Presiden telah mengundang pemimpin yayasan untuk berdiskusi dan menemukan solusi. Hasil pertemuan itu menunjukkan bahwa guru-guru yang dipindahkan ke sekolah negeri akan mendapatkan surat penugasan khusus untuk mengembalikan mereka ke sekolah yayasan. Pemerintah juga tengah berupaya agar dalam pengadaan *PPPK* mendatang, terdapat kesempatan bagi guru-guru dari sekolah yayasan untuk diakomodasi menjadi bagian dari penerimaan *PPPK*, mengingat peran mereka yang krusial dalam pendidikan di Tanah Papua. ANTARA