BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiga dosen dari Universitas Palangka Raya (UPR), Triyani, Suprayitno, dan Kartika Ananda, menginisiasi pelatihan pembuatan kerajinan khas Kalimantan Tengah (Kalteng) berbahan dasar getah nyatu di IKM Pandji, Palangka Raya.
Pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan jiwa enterpreneurship anak muda dan memperkuat ekonomi kreatif masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Kahayan.
"Getah nyatu adalah kekayaan alam Kalteng yang sudah terkenal baik di tingkat lokal maupun internasional. Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah dan memproduksi kerajinan bernilai ekonomis tinggi dari bahan lokal ini," ujar Triyani, Ketua tim pengabdian masyarakat, Senin, 14 Oktober 2024.
Antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi. Puluhan anak muda, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum bersemangat mengikuti pelatihan ini. Mereka termotivasi untuk mempelajari cara membuat kerajinan khas Kalteng yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Kami bersyukur kegiatan ini didukung penuh oleh UPR melalui Hibah PNBP tahun 2024 di LPPM. Kami juga bermitra dengan IKM Pandji, yang sudah puluhan tahun bergelut dalam pengolahan getah nyatu," tambah Triyani.
Selain pelatihan pembuatan kerajinan, para peserta juga dibekali dengan pembuatan akun e-commerce. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka mempromosikan produk-produk kerajinan mereka di berbagai portal pasar digital dan memperluas jangkauan pemasaran.
Pemilik IKM Pandji, Surtiati, menyambut baik inisiatif pelatihan ini. Ia berharap, melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kalteng untuk membudidayakan dan melestarikan getah nyatu.
"Getah nyatu ini adalah kekayaan alam yang luar biasa nilainya, namun saat ini sudah mulai langka," tuturnya.
Surtiati mengungkapkan bahwa permintaan kerajinan khas Kalteng yang terbuat dari getah nyatu sangat tinggi, namun ketersediaan bahan bakunya di lapangan semakin sulit. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan untuk melestarikan getah nyatu agar ketersediaannya dapat terjamin di masa depan.
Salah satu peserta pelatihan, Huda Musthofa, menyampaikan rasa senangnya dapat mengikuti pelatihan ini. Ia menilai, pelatihan ini berguna menambah pengetahuan dalam pembuatan kerajinan.
Dirinya ingin terus mengembangkan ilmu yang didapat dalam pelatihan ini agar kedepan dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat tercipta peluang usaha baru yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/j)









