JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan bahwa mereka telah melaksanakan penanaman sekitar lima juta pohon sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pelestarian lingkungan. Direktur PTFI, Claus OR Wamafma, menjelaskan di Jayapura pada hari Senin bahwa program ini merupakan bagian dari kegiatan reklamasi yang mereka jalankan. Penanaman pohon tersebut tidak hanya dilakukan di area operasi tambang *Grasberg*, tetapi juga di dataran rendah. Ini bertujuan untuk memperkuat program lingkungan di seluruh wilayah Papua. Claus Wamafma menambahkan bahwa ke depannya, PTFI berencana untuk menanam tambahan 10.000 hektare pohon. Kegiatan ini akan mendukung upaya reklamasi alam di Papua. “Yang perlu dicatat, luas 10.000 hektare ini bukan hanya mencakup area kerja PT Freeport Indonesia, melainkan juga meliputi wilayah Jayapura serta lokasi lain yang memerlukan revegetasi dan reklamasi,” ujarnya. Dia menjelaskan bahwa penanaman pohon ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari 10.000 hektare yang direncanakan hingga tahun 2041, dengan tujuan untuk mencapai keberlanjutan dalam pemulihan kondisi alam Papua. PTFI berharap agar inisiatif positif ini mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga semua program yang telah direncanakan dapat terwujud. Selain itu, Claus Wamafma menyatakan bahwa PTFI telah menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pasca-tambang, dan rencana tersebut telah disusun dalam bentuk agenda tertulis. “Rencana ini telah diserahkan kepada pemerintah untuk mendapatkan tinjauan atau ulasan, agar dapat dipersiapkan dengan baik pada tahun 2041,” pungkasnya. Selanjutnya, untuk Pemerintah Kabupaten Mimika, PTFI telah melaporkan berbagai rencana dan tahapan pelaksanaan, termasuk aspek pendanaannya. Claus menambahkan bahwa saat ini, sekitar 79 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika masih bersumber dari operasi pertambangan yang terafiliasi dengan PTFI. Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, telah terlaksana penanaman antara 10.000 hingga 20.000 pohon bambu yang didukung oleh PTFI di kawasan penyangga cagar alam Pegunungan Cycloop. “Penanaman tersebut dilaksanakan kurang lebih sejauh 78 kilometer, dimulai dari wilayah Pasir VI di Distrik Jayapura Utara hingga mencapai Kampung Maribu Tua di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura,” tuturnya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pelestarian lingkungan di Papua serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. ANTARA