BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pihak TNI AU Iskandar Pangkalan Bun mulai mengeluhkan kondisi jalan Iskandar yang rusak parah. Jalan yang diakui TNI AU sebagai wilayah teritorialnya itu menghubungkan kota Pangkalan Bun dengan Kecamatan Kumai.

Kondisi jalan yang rusak parah, aspal yang terkelupas dan sebagian besar tekstur jalan sudah berupa tanah itu dianggap pihak TNI AU sebagai jalan umum dan khusus. Artinya, masyarakat boleh menggunakan ruas jalan tersebut dengan kapasitas kendaraan tertentu setiap harinya, namun jika pihak TNI suatu waktu bisa menutup akses jalan itu jika ada kegiatan atau pada kondisi tertentu.

"Jalan itu sifatnya situasional, bila kami perlu menutup atas dasar kepentingan ya kami tutup. Tapi saat ini kami buka untuk akses kepentingan masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah bersedia membantu peningkatan masalah aset jalan itu, supaya yang rusak bisa diperbaiki," jelas Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, Selasa (30/8/2016).

Jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu kini digunakan untuk kepentingan umum, para pengendara sepeda motor roda dua dan roda empat dari arah Pangkalan Bun ke Kumai dan sebaliknya bebas melintas siang dan malam. Namun yang dikeluhkan Letkol Ucok, kondisi jalan kini amat parah. Terlebih saat malam hari, tidak ada lampu penerangan jalan sedikitpun sehingga menimbulkan rawan kejahatan bagi pengguna jalan.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu meningkatkan jalan tersebut, kan untuk kepentingan masyarakat juga," jelas Letkol Ucok.

TNI AU  meminta perhatian dari pemerintah terkait rusaknya jalan tersebut. Sementara itu, Pemkab Kobar nampaknya menyambut baik harapan TNI AU tersebut. Seperti yang diucapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar, Agus Yuwono saat borneonews menyampaikan hal tersebut. Dinas PU mengamini apa yang menjadi permintaan pihak TNI AU.

"Iya bisa saja, nanti diusulkan dalam anggaran tahun 2017. Karena untuk tahun ini tidak ada," jelas Agus.

Beberapa pengguna jalan juga mengharapkan hal demikian. Irwansyah yang tengah melintas di jalan Iskandar yang dipenuhi lubang menganga berharap jalan segera diaspal. Supaya masyarakat pengguna halan itu tidak kesulitan saat melintas.

"Ya harapannya diaspal, biar bagus," kata dia yang menunggangi sepeda motor matic.

Pengguna jalan lain, Sulistiyo, warga Kumai, berharap pemerintah daerah dan TNI AU bisa sinkron dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Selama itu buat kepentingan masyarakat kan kewajiban pemerintah, jalan ini sudah lama seperti sungai dangkal. Harapannya sama segera diperbaiki," pintanya. (CECEP HERDI/m)