PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran menilai program Kalteng menyala turut memastikan kesamaan hak kehidupan sosial masyarakat.

Sugianto berharap dengan listrik yang menyala sampai ke seluruh desa sampai di pelosok terpencil akan mampu mendorong produktivitas masyarakat menjadi kian meningkat.

“Kalteng menyala ini secara umum akan mengurangi gap kehidupan sosial masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, padahal mereka hidup di bumi dan tanah yang sama, yaitu Bumi Tambun Bungai. Sejatinya harus mendapatkan pelayanan dan kehidupan yang sama layaknya,” sebut Sugianto Sabran dalam keterangannya, baru baru ini.

Sugianto, menyampaikan data menunjukan rasio desa berlistrik sebesar kurang lebih 87,52 persen, artinya 370 desa dari 1.571 desa yang ada di Kalteng belum mendapatkan akses listrik dari pemerintah.

Kemudian Rasio Elektrifikasi sebesar kurang lebih 94,14 persen, yang artinya kurang lebih 47.416 keluarga yang belum mendapatkan akses listrik di seluruh wilayah Kalteng.

Pemprov Kalteng perlu memiliki terobosan dan inovasi dalam percepatan pemerataan terhadap akses listrik sampai pedesaan.

Berdasarkan RPJMD Tahun 2021-2026 bahwa di tahun 2026 nanti semua desa di Kalimantan Tengah 100 persen teraliri listrik, baik itu dari PLN maupun diakses juga dengan PLTS.

“Perlu upaya percepatan, tahun 2026 terlalu lama, kita tidak bisa berharap dan menunggu program nasional,” tutur Sugianto. (HERMAWAN DP/j)