BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kontingen Kecamatan Bulik menjadi juara umum pada Festival Seni Qasidah III tingkat kabupaten Lamandau yang di berlangsung 26-29 Agustus 2016, yang resmi ditutup pada Senin (29/8/2016) malam.

Kecamatan Bulik yang juga merupakan tuan rumah Festival Seni Qasidah tingkat Kabupaten Lamandau tahun ini memboyong piala bergilir setelah kontingennya sukses mendominasi sejumlah cabang yang dilombakan.

Sebagaimana diumumkan Dewan Juri dengan ketua Iis Lindawati, kontingen Lasqi kecamatan Bulik dinobatkan sebagai Juara Umum Festival Seni Qasidah III Tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2016 dengan pengumpulan poin sebanyak 28, disusul kontingen kecamatan Menthobi Raya di urutan ke-II dengan poin 19, serta kontingen kecamatan Sematu jaya di urutan III dengan jumlah poin sebanyak I3.

Adapun beberapa cabang lomba yang berhasil didominasi kontingen Lasqi dari kecamatan Bulik antara lain adalah, Juara I Cabang Lomba Seni Hadrah atas nama Group Al-Hawari, Juara I Cabang Lomba Bintang Vokalis Tingkat Anak-Anak Putera atas nama Khairul Iqbal, Juara I Cabang Lomba Bintang Vokali Remaja Puteri atas nama Ayu Wulandari, serta Juara I Cabang Lomba Bintang Vokalis Tingkat Dewasa atas nama M. Fati'in.

Terlihat, Piala Bergilir Festival Seni Qasidah III tingkat kabupaten Lamandau tahun 2016 langsung deberikan Wakil Bupati Lamandau, Drs. H. Sugiyarto, kepada perwakilan kontingen Lasqi Kecamatan Bulik, Saifudin Juhri, yang juga merupakan Sekretaris Camat (Sekcam) Bulik.

Dalam kesempatannya menutup kegiatan, Wabup Sugiyarto juga memberikan selamat khususnya kepada seluruh pemenang lomba dan umumnya kepada seluruh (205) peserta Festival Seni Qasidah tahun ini yang telah berpartisipasi.

"Bagi para juara saya ucapkan selamat atas keberhasilannya, namun saya titip pesan untuk tetap tidak merasa puas dengan raihan yang berhasil digenggam. Adapun untuk yang belum juara kali ini, jangan khawatir karena kesempatan masih banyak. Jadikanlah kegagalan di tahun sebagai pendorong untuk terus belajar dan berlatih sehingga pada penyelenggaraan di masa yang akan datang lebih siap dan lebih baik lagi," tuturnya.

Wabup juga menjelaskan, pada dasarnya kegiatan atau festival yang digelar Lasqi bukan hanya sekedar soal menang dan kalah dalam perlombaan, akan tetapi jauh daripada itu, diantaranya sebagai salahsatu bentuk pembinaan pemerintah daerah dalam bidang sosial, budaya dan keagamaan.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Lasqi Lamandau Tommy Hermal Ibrahim. Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan bahwa gelaran festival seni qasidah bukan hanya persoalan mencari siapa yang akan dijadikan andalan di even yang sama tingkat Provinsi.

Namun juga, sambungnya, merupakan sarana dakwah islamiyah, serta sarana edukasi bagi muda-mudi agar kegiatan positif semacam ini mampu melahirkan jiwa muda yang memiliki jiwa seni islami serta mampu membentengi dari dari ancaman pengaruh buruk di zaman dewasa ini, bebernya.

Lebih dari itu, Tommy Hermal Ibrahim, juga meminta agar pengurus Lasqi Lamandau segera merapatkan barisan untuk mematangkan persiapan keikutsertaan Kontingen Lasqi Lamandau di ajang Festival Seni Qasidah VI Provinsi Kalteng yang rencananya akan digelar di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, pada Oktober 2016.

Pemantangan persiapan yang dimaksud, diantaranya adalah melakukan pembinaan dan penggodokan secara khusus kepada pemenang-pemenang lomba dalam Festival Seni Qasidah III tingkat kabupaten Lamandau yang baru saja selesai digelar. (HENDI NURFALAH/m)