JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B berjalan dengan lebih cepat dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam peninjauan uji coba jalur LRT yang sepanjang 1 kilometer, berlangsung dari Stasiun Veledrom ke Stasiun Rawamangun, Heru menilai semua proses berjalan lancar. "Hari ini kami melakukan uji track dan kami senang melihat hasil yang sangat baik," ungkapnya saat meninjau jalur LRT pada hari Senin. Uji coba yang dilakukan menggunakan lokomotif *Maintenance Rail Vehicle* (MRV) yang memiliki beban lebih berat daripada LRT pada umumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tahap uji coba tidak hanya sekedar formalitas, tetapi juga memastikan bahwa jalur yang dibangun siap untuk keperluan operasional di masa mendatang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk mendukung konstruksi LRT ini, dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan dan mempercepat pengembangan sistem transportasi umum yang efisien. Heru menegaskan, "Kami berpegang pada komitmen ini dan pembangunan ditargetkan akan selesai pada tahun 2026." Lebih lanjut, Heru mengapresiasi kinerja PT Jakarta Propertindo (Perseroda) yang menunjukkan progres pembangunan yang melebihi harapan. Hingga saat ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai tingkat penyelesaian sebesar 31 persen. "Terima kasih kepada PT Jakpro yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek ini," ujar Heru. Iwan Takwin, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, juga menyatakan bahwa setiap penugasan yang diterima akan dilaksanakan dengan melakukan berbagai langkah untuk mempercepat proses pembangunan. "Kami berkomitmen untuk akselerasi, lebih cepat dari target yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, tidak ada diskusi mengenai target yang hanya terpenuhi, kami ingin melebihi target," tegasnya. Selain itu, Owan menambahkan, pihaknya berupaya terus memantau dan mengantisipasi tantangan yang mungkin muncul selama proses pembangunan. "Kami selalu mendorong tim di lapangan, terutama kontraktor, untuk mencari strategi yang tepat agar konstruksi dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memastikan kualitas pembangunan terjaga dengan baik," tutup Iwan. ANTARA