BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, telah meresmikan Persemaian Liang Anggang yang terletak di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan luas sekitar 14 hektare. Persemaian ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Dalam sambutannya, Menteri LHK menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam proyek pembangunan persemaian berskala besar ini. Ia menilai bahwa aksesibilitas serta fasilitas yang ada di persemaian ini lebih baik dibandingkan dengan persemaian di berbagai daerah lainnya. Hal ini menandakan potensi yang besar bagi pengembangan rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan. Awalnya, peresmian persemaian ini direncanakan akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Namun, karena kesibukan dan keterbatasan waktu, Menteri LHK hadir untuk mewakili presiden dalam acara tersebut. Persemaian Liang Anggang memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 10 juta batang bibit setiap tahunnya. Ini menjadi sebuah langkah penting dalam mendukung upaya pemerintah dalam merehabilitasi hutan dan lahan, terutama pada kawasan Kalimantan yang memiliki banyak lahan kritis. Dari total luas persemaian, enam koma enam hektare difokuskan sebagai pusat produksi bibit yang bervariasi, termasuk jenis bibit kayu-kayuan, hasil hutan bukan kayu (HHBK), serta bibit tanaman endemik dan estetis. Pembangunan persemaian ini melibatkan dua skema pembiayaan, yaitu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta kerja sama dengan pihak swasta. Proyek pembangunan Persemaian Liang Anggang menguras dana sekitar Rp154 miliar. Di antara sumber pendanaannya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk berkontribusi sebesar Rp120 miliar untuk fasilitas utama dan penunjang, sementara Kementerian LHK mengalokasikan Rp11 miliar, diikuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memberikan dana senilai Rp19,2 miliar untuk penyediaan air baku, serta kontribusi dari negara Norwegia yang mencapai Rp3,8 miliar. Garibaldi Thohir, Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian pembangunan persemaian ini. Ia merasa bangga atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan tugas dari Kementerian LHK, serta berkontribusi dalam penanganan lahan kritis di berbagai lokasi. Lebih lanjut, Garibaldi menekankan pentingnya serangkaian upaya dalam menghadapi perubahan iklim global, yang selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo. Arahan tersebut mencakup pembangunan fasilitas persemaian dengan skala besar di setiap provinsi untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk rehabilitasi bekas area tambang. Sebagai hasil dari nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Kementerian LHK dua tahun lalu, pusat persemaian di Kalimantan Selatan kini telah mulai menghasilkan bibit-bibit unggul dengan berbagai jenis tanaman multifungsi yang siap didistribusikan ke lahan-lahan kritis di seluruh Indonesia. Garibaldi menambahkan bahwa selain menyediakan dana untuk sarana dan prasarana pusat persemaian, PT Adaro juga memiliki rencana untuk mengambil peran dalam fungsi pengawasan operasional Persemaian Liang Anggang. Ia berharap persemaian ini dapat memberikan manfaat yang besar, terutama bagi masyarakat sekitar. Selain meresmikan Persemaian Liang Anggang, Menteri LHK juga meresmikan sejumlah persemaian lainnya di luar Kalimantan Selatan melalui sambungan virtual, termasuk Persemaian Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Persemaian Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Persemaian Likupang di Sulawesi Utara, serta Persemaian Toba di Sumatera Utara. ANTARA