YOGYAKARTA –
**Borneonews - Bantul**, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengambil langkah untuk memberdayakan para ibu lokal dalam menyusun menu makanan tambahan yang bergizi. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak di bawah usia lima tahun serta ibu hamil yang mengalami masalah gizi di wilayah tersebut. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan ke rumah produksi pangan yang berlokasi di Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Senin. Dalam kesempatan itu, Menkes menjelaskan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebelumnya bergantung pada produk makanan yang diproduksi secara sentral, seperti biskuit yang kemudian didistribusikan ke berbagai daerah. "Maka dari itu, kami ingin mengubah pendekatan tersebut. Model yang paling efektif adalah dengan melibatkan ibu-ibu lokal yang dapat meracik, menyiapkan, dan menyajikan makanan. Itulah sebabnya kami menyebutnya sebagai PMT lokal, yang berfokus pada makanan tambahan berbahan pangan lokal," ujar Menkes Budi. Program PMT berbahan pangan lokal ini telah diluncurkan sekitar dua tahun yang lalu dan kini didorong untuk dapat menjangkau 10 ribu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di seluruh Indonesia. Dengan cara ini, diharapkan para ibu dapat memproduksi makanan yang diolah secara langsung, dengan komposisi dan ragam gizi yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil. Lebih lanjut, Menkes menyatakan bahwa melalui program ini, para ibu lokal diberikan kesempatan dan pelatihan dalam cara memasak serta menyajikan makanan yang memenuhi standar kualitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan turut mendampingi dalam proses ini. Kementerian Kesehatan juga berencana mendirikan rumah produksi pangan yang sudah terstandarisasi di lokasi-lokasi tertentu. Dengan standar kebersihan yang ketat, setiap rumah produksi tersebut dapat menyajikan antara 30 hingga 100 porsi makanan untuk balita maupun ibu hamil yang menghadapi masalah gizi. "Program PMT berbahan pangan lokal ini merupakan bentuk sinergi antara Kemenkes dan BPOM yang telah meluncurkan Program Desa Pangan Aman, salah satunya di Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul," jelas Menkes. "Kami yang memiliki kebijakan dan anggaran akan bekerja sama dengan BPOM, yang bertanggung jawab atas prosedur, keamanan, serta kecukupan gizi dalam makanan yang disajikan. BPOM tentu lebih memahami tentang hal-hal tersebut," tutup Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ANTARA