**Borneonews - Jakarta**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Provinsi Jawa Timur, bersama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) setempat, terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di masyarakat. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan adalah tanggung jawab bersama. Setiap pihak yang terlibat, termasuk pelaku usaha jasa keuangan, diharapkan berperan aktif dalam kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Jatim Inclusion Festival (JIFest) 2024. Di dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), edukasi ini diamanahkan sebagai tanggung jawab pelaku usaha jasa keuangan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam literasi dan inklusi, ujar Friderica.
Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas ini sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dicanangkan pada 22 Agustus 2024. Gerakan ini bertujuan untuk mengoordinasikan berbagai program edukasi dan literasi secara merata di seluruh Indonesia. Prinsip kami adalah *no one left behind*. Kita tidak bisa membiarkan siapapun ketinggalan dalam mendapatkan informasi dan akses keuangan. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di Jawa Timur, tambahnya.
Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, berharap bahwa melalui JIFest, kolaborasi antara FKIJK baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional dapat semakin solid. Tingkat literasi keuangan yang tinggi berhubungan erat dengan kesejahteraan. Ini sejalan dengan tujuan para pendiri bangsa kita dalam memperjuangkan kemerdekaan untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat, terang Indah.
JIFest 2024 merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, yang berlangsung dari 10 hingga 13 Oktober 2024. Acara ini dirancang untuk menggalakkan literasi dan inklusi keuangan secara masif di seluruh Indonesia. Sebanyak 19 peserta dari industri jasa keuangan, termasuk OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan, mengikutinya dan menarik perhatian lebih dari 2.962 pengunjung.
Selama festival ini, tercatat sekitar 1.888 transaksi produk keuangan, dengan jumlah total mencapai Rp5,01 miliar, yang meliputi pembukaan rekening simpanan dan pengaktifan layanan keuangan digital. JIFest 2024 juga menghadirkan tujuh *talkshow* keuangan dengan melibatkan 19 narasumber dari sektor jasa keuangan di Jawa Timur. Selain itu, terdapat lomba konten *reels* di Instagram yang bertujuan untuk mendidik masyarakat mengenai keuangan secara kreatif.
Mengusung tema Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024, yang berfokus pada Akses Keuangan Inklusif untuk Mewujudkan Masyarakat yang Produktif, rangkaian acara JIFest mencakup pameran produk dan layanan dari lembaga keuangan, *showcase* produk UMKM binaan, kompetisi band, serta lomba *stand-up comedy* yang berfokus pada kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan. Kegiatan lain yang diadakan adalah kompetisi StockLab dan lomba mewarnai bertema menabung untuk anak-anak.
Diharapkan, kegiatan JIFest 2024 akan menjadi sebuah momentum penting dalam menciptakan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam perluasan akses keuangan dan peningkatan literasi di masyarakat Jawa Timur.
ANTARA
OJK dan FKIJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Jatim
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







