BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, yang berlokasi di Provinsi Bengkulu, telah melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk memastikan baik kualitas maupun kuantitas pekerjaan yang telah dilakukan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pertanian, Dodi Hardiansyah, menyatakan bahwa timnya telah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Dalam kegiatan tersebut, ditemukan adanya kekurangan dalam kubikasi hasil perhitungan, yang mengharuskan pihak terkait untuk menambah volume pekerjaan yang diperlukan. Tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah mendapatkan alokasi dana sekitar Rp700 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik untuk membangun tujuh ruas jalan usaha tani. Pembangunan jalan ini dilaksanakan secara swakelola oleh tujuh kelompok tani yang ada di wilayah tersebut. Dodi menjelaskan bahwa progres pembangunan jalan usaha tani saat ini sudah hampir mencapai 100%. Rata-rata, progres tersebut berada pada angka 90 persen, dengan dua titik yang masih dalam tahap pengerjaan. Mengenai penyerapan anggaran, saat ini baru tercatat sekitar 25 persen. Pencairan anggaran tersebut akan dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai sepenuhnya. Meskipun penyerapan anggaran masih tergolong rendah, Dodi menjelaskan hal ini disebabkan oleh kemampuan sebagian kelompok tani yang sudah memiliki kas untuk melaksanakan pembangunan jalan menuju lahan pertanian mereka sendiri. Ia juga menargetkan bahwa seluruh pembangunan jalan usaha tani di tujuh titik yang telah ditentukan dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan. Jalan usaha tani yang dimaksud terletak di beberapa desa, antara lain Desa Tanjung Alai, Desa Ranah Karya, Desa Lubuk Pinang, Desa Lubuk Bangko, Desa Sungai Ipuh I, Desa Sungai Gading, dan Desa Sumber Makmur. Pembangunan jalan ini sangat strategis karena lokasinya berdekatan dengan area persawahan di berbagai daerah di Mukomuko. Dodi menekankan bahwa alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan usaha tani ini bertujuan untuk mempermudah para petani dalam mengangkut hasil panen padi dari sawah menuju tempat penggilingan padi. Penyerapan dan penggunaan anggaran yang efektif diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di wilayah ini. ANTARA