JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk tetap bersatu dan berkomitmen dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak 2024, menyusul meninggalnya calon gubernur Benny Laos. Pasca kecelakaan tragis yang menimpa Benny Laos beserta rombongan saat melakukan kampanye, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian, termasuk Detasemen Khusus 88 Antiteror, untuk menyelidiki kejadian tersebut. Tito menyampaikan, “Ini merupakan suatu musibah yang patut disikapi dengan bijak. Kita belum mengetahui penyebab pasti dari insiden ini. Oleh karena itu, kita harus menghindari provokasi atau isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik, terutama kekerasan.” Dalam kesempatan yang sama, Tito mengenang sosok Benny Laos sebagai pribadi yang baik dan mudah bergaul. Sebagai Bupati Pulau Morotai, Benny memiliki visi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selama kunjungannya ke Morotai, Tito menyaksikan secara langsung upaya Benny dalam mewujudkan visi tersebut. Tito menjelaskan, banyak perubahan positif yang dilakukan oleh Benny, termasuk pembangunan infrastruktur dan penyaluran bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. “Benny memiliki keinginan untuk mengubah Morotai menjadi lebih baik. Ketika saya melakukan kunjungan kedua ke Morotai, banyak kemajuan yang terlihat, seperti rehabilitasi masjid dan pembangunan jalan. Saat pandemi COVID-19, ia juga banyak membantu masyarakat,” ungkap Tito. Ia menceritakan, dalam suatu kesempatan, Benny Laos pernah menyatakan bahwa dia tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai seorang pengusaha yang sukses, Benny meyakini bahwa kebutuhan pribadi dan keluarganya telah tercukupi. Tito mengungkapkan, cita-cita Benny adalah untuk tidak melihat masyarakat Malut hidup dalam kemiskinan. Benny ingin daerah asalnya menjadi lebih sejahtera. “Dia pernah mengatakan, ‘Saya ingin memberikan perubahan pada daerah yang kaya, tetapi banyak masyarakatnya yang masih hidup miskin. Saya ingin berbakti dan menciptakan kesejahteraan untuk masyarakat.' Itulah motivasinya,” terang Tito. Tito juga menegaskan bahwa Pilkada akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, dan bahwa mekanisme penggantian calon yang meninggal dunia sebelum hari pemungutan suara telah diatur dalam Undang-Undang. Ia menambahkan, jadwal Pilkada telah ditetapkan dan tahapannya telah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia mendorong agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas demi kelancaran proses demokrasi. “Saya tegaskan, *the show must go on*. Pilkada harus tetap berlanjut. Tentu saja akan ada mekanisme khusus untuk calon yang wafat. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Pilkada dan peraturan KPU. Yang terpenting, kita tetap berusaha mencari pemimpin yang baik untuk Maluku Utara,” tutup Tito. ANTARA