BORNEONEWS, Sampit - Sebuah rumah kayu di Dusun Seranggas, Gg Gemuk Sari II, Desa Lempuyang, Kecmatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hangus terbakar saat ditinggal sang pemilik pergi ke kebun.
Kebakaran itu terjadi pada Senin (29/8/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk pemilik rumah tersbeut adalah Muhammad Nur Yasin (39).
“Api sudah berupaya dipadamkan, namun karena hanya menggunakan peralatan seadanya, membuat api dengan cepat melahap habis bangunan rumah berkontruksi kayu tersebut,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Jaya Karya Iptu Azmi Halim Perdana, Selasa (30/8/2016).
Tidak adanya pemadam kebakaran yang datang ke lokasi karena jaraknya yang sangan jauh, juga menjadi penyebab rumh itu tak bersisa. Untuk penyebab kebakaran itu belum diketahui pasati. Namun kerugian yang dialami korban mencapai Rp70 juta.
Sementara, kebakaran itu terjadi pada saat korban pergi ke kebun sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu tidak ada satupun orang di rumah itu. Dan pada sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu warga bernama Mulyono melihat ada muncul api dari dapur rumah tersebut.
Mendapati hal itu, dia langsung berteriak minta tolong, sambil berupaya memadamkannya. Namun apaboleh buat, karena peralatan seadanya seperti ember maupun geder serta pompa air tidak dapat melakukan pemadaman. Api dengan cepat menjalar ke bagian depan bagunan itu.
“Sangat cepat api itu membakar, bahkan kami tidak dapat memadamkannya. Beruntung di dalam rumah itu tidak ada satupun penghuninya. Sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Mulyono. (M HAMIM/m)








