**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengemukakan empat strategi utama yang bertujuan untuk memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai lembaga perbankan yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Harian Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, yang menjelaskan pentingnya dukungan bagi BPD dalam meningkatkan fungsinya dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dalam paparannya, Maurits mengemukakan bahwa strategi pertama yang dijalankan adalah mendorong BPD untuk dapat menjalin kemitraan atau *linkage* dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Keterlibatan BPD dengan BPR merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Maurits juga menambahkan bahwa strategi kedua yang diterapkan adalah peningkatan pelayanan BPD di sektor perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya ini bertujuan agar BPD dapat memberikan layanan yang lebih baik dan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam hal keuangan.
Selanjutnya, strategi ketiga adalah menjalin kolaborasi dengan berbagai korporasi dan badan usaha yang ada. Kerja sama ini diharapkan akan mendatangkan sinergi positif yang dapat memperkuat posisi BPD di pasar serta meningkatkan dukungan bagi UMKM.
Tak hanya itu, sebagai strategi keempat, Kemendagri mengutamakan dorongan terhadap kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kerjasama ini sangat penting untuk membantu pengembangan usaha kecil yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Dalam konteks ini, Maurits menekankan bahwa penguatan BPD menjadi sangat relevan mengingat jumlah BPD yang cukup signifikan di seluruh Indonesia. Saat ini, tercatat 27 BPD dan 212 BPR yang berada di bawah naungan pemerintah daerah, dari total 1.057 badan usaha milik daerah (BUMD) yang ada.
Lebih lanjut, Maurits mengungkapkan bahwa total aset yang dimiliki oleh 27 BPD mencapai Rp992 triliun, sementara laba yang dihasilkan telah mencapai Rp6.793,59 miliar atau sekitar Rp6.793 triliun. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh BPD untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah dan penguatan infrastrukturnya.
ANTARA
Strategi Kemendagri Tingkatkan Peran Bank Pembangunan Daerah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







