JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan di Indonesia. Salah satu cara yang ia soroti adalah melalui *downstreaming* sumber daya alam, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dalam pidatonya di Konferensi Nasional Repnas yang diselenggarakan di Jakarta, Prabowo menyatakan, "Saya telah menerima mandat dari rakyat Indonesia untuk menghilangkan kemiskinan di negara kita." Pernyataan ini mencerminkan tekadnya untuk memastikan bahwa sumber daya Indonesia dikelola dengan baik dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Prabowo juga mengajak anggota Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) untuk bersinergi dalam membangun perekonomian masa depan. Menurutnya, pengelolaan kekayaan yang efektif sangat penting agar generasi mendatang dapat mengakses gizi yang cukup. "Kerja sama yang baik adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Saya yakin kemiskinan tidak akan ada lagi di Indonesia," tambahnya dengan percaya diri. Sementara itu, Ketua Repnas Anggawira mengungkapkan bahwa dalam lima tahun ke depan, organisasi yang dipimpinnya akan bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Ia menekankan komitmen Repnas untuk memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen. Di kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mencatat bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia telah menurun dari 4 persen menjadi 0,8 persen dalam dekade terakhir. "Tingkat kemiskinan ekstrem kita sudah menyusut dari 4 persen menjadi 0,8 persen dalam 10 tahun terakhir," ujarnya di Jakarta pada 17 September 2024. Meskipun demikian, angka definitif mengenai tingkat kemiskinan akan dipastikan setelah dilakukan survei pada bulan September 2024, yang diperkirakan dapat menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam tingkat kemiskinan ekstrem. "Hasil survei bulan September bisa jadi lebih rendah dari 0,8 persen," ungkapnya. Lebih lanjut, penasihat presiden, Arif Budimanta, menambahkan bahwa program penghapusan kemiskinan ekstrem berjalan dengan baik. "Tingkat kemiskinan ekstrem sesuai dengan target pemerintah dan diperkirakan akan mencapai nol persen pada tahun 2024," ujarnya pada 27 September. ANTARA