TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Sutarno, bersama dengan sejumlah pejabat struktural lainnya, melakukan kegiatan monitoring pada area yang akan menjadi lokasi pembangunan tembok baru Lapas Tarakan pada hari Senin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin yang dilakukan untuk memantau batas-batas area yang sementara dipagari dengan tembok, agar semua pihak yang terlibat dalam pengawasan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung. Sutarno menegaskan pentingnya pengawasan ini untuk mendeteksi lebih awal adanya risiko gangguan yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban (kamtib). Monitoring yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan untuk memastikan kelancaran proses pembangunan, tetapi juga untuk menjaga keselamatan dan ketertiban di lingkungan Lapas selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya pemantauan langsung pada area sekitar, diharapkan potensi gangguan dapat terdeteksi lebih dini. Pembangunan tembok baru di Lapas Kelas IIA Tarakan direncanakan akan dilakukan secara transparan dan profesional. Tembok yang akan dibangun ini akan memiliki ketinggian yang sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini menjadi penting mengingat tembok tersebut merupakan salah satu prasarana utama yang mendukung fungsi pengamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Nomor 8 Tahun 2024, hal ini menjadi bagian dari penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di Satuan Kerja Pemasyarakatan. ANTARA