AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, Maluku, tengah menjalin koordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia guna memberikan bantuan berupa kaki palsu bagi penyandang disabilitas fisik yang tinggal di daerah tersebut. Kepala Dinsos Kota Ambon, Sir Jhon Slarmanat, mengungkapkan bahwa bantuan ini ditujukan kepada sepuluh individu penyandang disabilitas. Kaki palsu yang akan disalurkan tersebut akan diambil dari Sentra Wasana Bahagia UPTD Kemensos yang berlokasi di Ternate. Menurutnya, koordinasi ini penting agar penyandang disabilitas dapat memperoleh alat yang dapat menggantikan fungsi kaki yang hilang, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, dengan lebih mudah dan tanpa hambatan. Sir Jhon menambahkan bahwa tim dari pihak penyedia bantuan yang berasal dari Bandung telah tiba di Ambon untuk melakukan pengukuran kaki palsu bagi para penyandang disabilitas. Ini dilakukan sebagai langkah lanjutan setelah kunjungan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, ke Ambon pada awal Oktober 2024, yang dilanjutkan dengan penyerahan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat di Provinsi Maluku. Bantuan yang diberikan beragam, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan *buffer stock* kesiapsiagaan, bantuan sosial, serta santunan bagi ahli waris korban bencana kebakaran yang terjadi di Ambon. Selain itu, penyandang disabilitas sensorik juga mendapatkan perhatian, di mana bantuan alat bantu dengar berhasil diberikan kepada 15 warga tuna rungu. Pemberian alat bantu dengar ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan fungsi sosial bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat lebih aktif dalam berinteraksi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Pembagian alat bantu dengar ini diharapkan dapat mempermudah para penyandang disabilitas dalam beraktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan adanya alat ini, mereka diharapkan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk terlibat dan berkolaborasi dalam berbagai aspek kehidupan. Sir Jhon juga menyampaikan bahwa meski anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk tahun ini terbatas, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan tambahan, seperti kursi roda, alat bantu pendengaran, dan tongkat jalan untuk para penyandang disabilitas di Ambon. ANTARA