**Borneonews - Aceh**, MPW Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh berharap agar perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, dapat terfokus pada bencana banjir yang saat ini melanda Aceh Singkil serta seluruh wilayah Aceh secara umum.
Ketua MPW ICMI Aceh, Taqwaddin, menyatakan perlunya dukungan dari pemerintah pusat dalam menangani musibah yang tengah terjadi di daerah tersebut, terutama Aceh Singkil. Pernyataan ini disampaikan oleh Taqwaddin saat acara pelantikan pengurus MPD ICMI Aceh Singkil yang dipimpin oleh Aslym Combih. Acara pelantikan ini berlangsung di Oproom Setdakab Aceh Singkil.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), hingga saat ini, terdapat sepuluh daerah di Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi. Daerah-daerah yang terkena dampak meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tamiang, serta Kota Subulussalam.
Dari catatan tersebut, total jumlah korban yang terdampak telah mencapai 29.540 jiwa, yang terdiri dari 9.118 kepala keluarga. Di antara mereka, 1.259 jiwa dari 710 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat situasi yang tidak kondusif.
Dalam konteks pelantikan tersebut, Taqwaddin mengingatkan bahwa pengurus ICMI perlu memainkan peran aktif dalam membantu pemerintah daerah merumuskan solusi yang efektif untuk mengatasi banjir di Aceh Singkil. Ia menekankan pentingnya agar tidak bersikap pasif dalam menghadapi bencana ini.
Apabila masalah banjir tidak dapat ditangani secara lokal, Taqwaddin menyerukan agar bantuan dari Pemerintah Aceh yang memiliki kewenangan cukup bisa diminta, bahkan hingga tingkat pemerintah pusat. Mengingat bencana ini menjadi masalah berulang setiap tahunnya, pendekatan menyeluruh menjadi sangat krusial untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia mengusulkan agar MPD ICMI Singkil serius memberikan gagasan dan pemikiran untuk menyelesaikan permasalahan banjir dengan pendekatan yang holistik, yaitu dari hulu ke hilir. Taqwaddin menekankan pentingnya pembangunan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Anggota DPR RI dari Dapil 1 Aceh serta para pejabat tinggi di kementerian terkait.
Lebih lanjut, dia juga mengisyaratkan perlunya komunikasi langsung dengan Presiden, agar perhatian terhadap masalah banjir ini bisa ditindaklanjuti melalui proyek strategis nasional (PSN). Taqwaddin percaya bahwa, jika isu ini sampai ke pengetahuan Presiden, ada kemungkinan besar respons yang lebih empatis, mengingat peran Menteri Pertahanan Prabowo yang dikenal peka terhadap masalah kebencanaan.
Ia menambahkan, pencarian solusi untuk bencana banjir harus segera dipacu, mengingat Aceh Singkil terletak di hilir dari tujuh kabupaten dan kota, termasuk Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, Singkil, Pakpak, dan Dairi di Sumatera Utara.
"Masalah ini sebaiknya ditangani secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Jika perlu, lakukan komunikasi internasional guna meminta bantuan dari negara donor untuk menyelesaikan masalah ini. Apabila kita mau berupaya, Insya Allah semua permasalahan pasti akan ada solusinya," tutup Taqwaddin.
ANTARA
Pemerintah Diminta Tanggap Atas Banjir yang Melanda Aceh
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







