JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka telah menyerahkan proses pemilihan calon menteri kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Meskipun begitu, Gibran mengaku telah mendapat informasi awal terkait nama-nama calon menteri ketika menghadiri pertemuan antara Prabowo dan Presiden Joko Widodo pada agenda makan siang yang berlangsung pada hari Minggu, 13 Oktober. Dalam keterangan yang disampaikan setelah pertemuan dengan pimpinan MPR RI di Jakarta pada hari Senin, Gibran menyatakan, "Saya sudah mendapatkan sedikit bocoran waktu kemarin makan siang dan sekali lagi kita hormati pilihan dari Pak Presiden Terpilih." Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada informasi awal yang diterimanya, Gibran tetap menghormati keputusan Prabowo dalam penyusunan kabinet. Sementara itu, Prabowo Subianto juga sedang melakukan pemanggilan terhadap sejumlah calon menteri di kediamannya yang terletak di Jalan Kertanegara, Jakarta. Namun, Gibran masih belum memberikan kepastian mengenai kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Ia hanya mengatakan, "Ya nanti lihat ya," ketika ditanya tentang rencananya untuk mengunjungi kediaman Prabowo. Pada waktu yang bersamaan, Prabowo telah mengundang beberapa tokoh yang diperkirakan akan menjadi bagian dari kabinet pemerintahan mendatang. Pertemuan di kediaman pribadi Prabowo tersebut bertujuan untuk menyampaikan tugas-tugas kepada para calon menteri dan memberikan arahan yang diperlukan. Dari pengamatan yang dilakukan di lokasi antara pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, tampak banyak pejabat yang mendatangi kediaman Prabowo, yang mayoritas mengenakan busana batik. Beberapa nama yang diyakini mendapat penugasan sebagai menteri dan hadir di pertemuan itu termasuk Prasetyo Hadi, Sugiono, Widiyanti Putri Wardhana, Natalius Pigai, Yandri Susanto, Fadli Zon, Nusron Wahid, Saefullah Yusuf, Maruarar Sirait, Abdul Kadir Karding, Wihaji, Teuku Riefky Harsya, Agus Harimurti Yudhoyono, Arifatul Choiru Fauzi, Yassierli, Satryo Soemantri, Tito Karnavian, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, dan Abdul Mu'ti. ANTARA