**Borneonews - Cianjur**, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengintensifkan sosialisasi mengenai Surat Keputusan Tindak Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (*TPPK*) di institusi pendidikan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi insiden kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (*Forkopimda*). Kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui apel pagi dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan.
Dalam setiap kunjungan, Disdikpora Cianjur melibatkan sejumlah pihak, seperti kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Hal ini ditujukan agar pelaksanaan sosialisasi berjalan menyeluruh dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Sebelum penerbitan SK TPPK, Disdikpora telah memulai sosialisasi pencegahan dengan mengadakan apel pagi dan rapat koordinasi bersama kepala sekolah di seluruh Kabupaten Cianjur. Rapat tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kekerasan dan perundungan, baik yang dapat dilakukan oleh guru maupun siswa.
Selain itu, pihak Dinas juga mengajak sekolah untuk memperkaya materi pembelajaran saat waktu luang serta menambahkan kegiatan ekstrakurikuler yang positif. Upaya ini penting untuk memberikan alternatif yang bermanfaat bagi siswa guna menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak diinginkan.
Salah satu fokus kami adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Kami mendorong diadakannya kegiatan keagamaan secara rutin, misalnya setiap akhir pekan, agar siswa dapat terlibat dalam aktivitas positif yang sesuai dengan SK TPPK, tambah Ruhli.
Disdikpora juga melakukan sosialisasi di luar lingkungan sekolah, melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menekan angka kekerasan dan perundungan. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif di masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang aman bagi anak-anak.
Dengan berbagai upaya ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perlunya menjaga dan melindungi siswa agar insiden kekerasan dan perundungan tidak terjadi lagi di Cianjur, ungkap Ruhli.
Sebagai penutup, beliau berharap sosialisasi SK TPPK yang dilakukan dapat menciptakan iklim yang lebih kondusif di sekolah dan mendorong semua pihak untuk saling menghargai, sehingga dapat mencegah tindakan kekerasan atau perundungan dalam komunitas pendidikan di Cianjur.
ANTARA
Upaya Disdikpora Cianjur Sosialisasikan TPPK untuk Lindungi Siswa
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







