KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo, NTT**, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, mengungkapkan bahwa selama bulan September 2024, sebanyak 3.610 penumpang menggunakan layanan penerbangan internasional dengan rute Kuala Lumpur-Labuan Bajo. Dari jumlah tersebut, 1.817 penumpang tiba di Labuan Bajo, sementara 1.793 penumpang melakukan keberangkatan. Penerbangan internasional perdana dilaksanakan pada 3 September 2024, di mana jadwal penerbangan ditetapkan sebanyak tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Keberhasilan ini menjadi tanda positif bagi pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Pada rentang waktu 1 hingga 14 Oktober 2024, jumlah penumpang yang memanfaatkan pelayanan penerbangan internasional mencapai 1.776. Dari data tersebut, sebanyak 908 penumpang tiba dari Kuala Lumpur, sedangkan 8.068 penumpang berangkat dari Labuan Bajo menuju lokasi yang sama. Ceppy Triono menambahkan bahwa dengan adanya penerbangan tiga kali dalam seminggu dan tingkat keterisian yang baik, kemungkinan total penumpang untuk bulan September dan Oktober akan cenderung serupa. Sebagian besar penumpang yang tiba di Labuan Bajo berasal dari luar negeri dan merupakan wisatawan yang tertarik untuk menikmati keindahan alam dan berbagai atraksi wisata di Flores. Ceppy Triono juga mengungkapkan keyakinan bahwa jika tingkat keterisian pesawat dapat mencapai 90 persen, peluang untuk maskapai penerbangan menambah frekuensi penerbangan akan semakin besar, mengingat animo wisatawan yang tinggi. Ia menjelaskan bahwa Kuala Lumpur merupakan pusat pariwisata Malaysia, di mana banyak turis yang ingin mengunjungi landmark terkenal seperti *Twin Tower* (Menara Petronas) dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Labuan Bajo. Inisiatif dalam memperluas konektivitas ini juga diakui oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Frans Teguh, yang mengungkapkan pentingnya penerbangan internasional dari maskapai AirAsia ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan industri pariwisata. Frans juga menekankan bahwa penerbangan ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas tetapi juga untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan internasional ke Labuan Bajo dan sekitarnya. Dengan adanya penerbangan langsung ini, diharapkan jumlah kunjungan akan meningkat, memberikan peluang bagi banyak orang untuk merasakan keindahan alam dan kekayaan budaya yang ada di Labuan Bajo, Flores, NTT. Ia berharap perbaikan dalam konektivitas ini akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi para pelaku industri pariwisata lokal, membuka lowongan pekerjaan, dan secara keseluruhan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ANTARA