PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Sumatera Selatan, baru saja meluluskan seorang doktor muda dalam bidang ilmu pertanian. Doktor tersebut adalah Strayker Ali Muda, yang berhasil menyelesaikan program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) dalam usianya yang masih tergolong muda, yaitu sekitar 27 tahun. Strayker dinyatakan lulus dengan predikat pujian atau *cumlaude* setelah menghadapi sidang ujian akhir disertasi terbuka program doktor (S3) PMSDU. Sidang tersebut berlangsung pada hari Senin di Ruang Doktor, Program Pasca Sarjana (PPs) Unsri, dan dipimpin oleh Dr. A Muslim selaku Dekan Fakultas Pertanian Unsri. Dekan Fakultas Pertanian, Dr. A Muslim, mengungkapkan bahwa kelulusan Strayker menambah catatan positif bagi Unsri, khususnya dalam bidang ilmu pertanian, yang kini memiliki 149 doktor setelah Strayker resmi dinyatakan lulus. Sebelum sidang ini, jumlah doktor di bidang ilmu pertanian lulusan Unsri tercatat sebanyak 148 orang. Dalam kesempatan tersebut, pengujian terbuka dan promosi doktor ini dihadiri oleh sejumlah promotor dan penguji, antara lain Prof. Benyamin Lakitan, Dr. Susilawati, Dr. Andi Wijaya, dan beberapa penguji lainnya, termasuk Dr. Irma, Dr. Yakub, serta Prof. Zulkarnain sebagai penguji tamu dari Universitas Jambi. Prof. Benyamin Lakitan, yang juga menjabat sebagai promotor bagi mahasiswa PMDSU tersebut, menjelaskan bahwa program beasiswa PMDSU merupakan inovasi penting untuk mempercepat pendidikan doktor dan jumlah lulusan doktor di Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan intensif bagi para sarjana unggul, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan doktor dalam waktu yang relatif singkat, yakni selama empat tahun. Strayker Ali Muda berhasil meraih gelar doktor setelah menjalani studi dan melakukan penelitian mengenai 'Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pertimbangan Kondisi Lahan Suboptimal dalam Pengembangan Budidaya Bayam Brazil'. Dia menyelesaikan programnya dalam waktu tiga tahun dan tiga bulan, melebihi ketentuan waktu yang ditetapkan untuk program beasiswa. Prof. Benyamin menambahkan, "Saya merasa sangat bangga dengan pencapaian mahasiswa PMSDU ini. Selain cepat menyelesaikan pendidikan, penelitian yang dilakukannya juga berhasil dipublikasikan di 12 jurnal internasional, yang menunjukkan kualitas dan keberhasilan riset yang dilakukan." ANTARA