BORNEONEWS, Kotim - Masyarakat Kalimantan Tengah diajak meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial terhadap sesama untuk membantu penanggulangan masalah-masalah yang ada di masyarakat. Partisipasi sosial bisa dilakukan secara perorangan, keluarga maupun organisasi sosial. Banyaknya masalah sosial, membuat partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah.
“Kami mengajak masyarakat meningkatkan peran serta dalam pembangunan kesejahteraan sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,” kata Sekretaris Dinas Sosial Kalimantan Tengah, Turina Baboe saat acara penyuluhan sosial di Hotel Permata Indah, Sampit, Selasa (30/8/2016).
Turina menyebutkan, partisipasi sosial bisa dilakukan secara perorangan, keluarga maupun organisasi sosial. Banyaknya masalah sosial yang terjadi membuat partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah. Untuk itulah Dinas Sosial gencar melakukan penyuluhan sosial ke seluruh kabupaten/kota. Berbagai permasalahan dibahas, seperti bahaya narkoba, pengangguran, kemiskinan dan masalah sosial lain yang banyak ditemukan di masyarakat.
Menurut Turina, perlu pemahaman yang sama dan partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penyuluhan efektif dapat mempengaruhi dalam mengambil tindakan.
Pemerintah terus berupaya memfasilitasi komponen masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan kesejahteraan sosial, termasuk proses mengembangkan diri. Tujuan jangka panjangnya adalah mengeksplorasi partisipasi masyarakat sehingga kepedulian sosial bisa menjadi kekuatan dalam menuju kesejahteraan sosial.
“Keberadaan penyuluh sangat penting untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesejahteraan sosial. Mereka bisa menjadi komunikator untuk komunikasi efektif, inovator yaitu menciptakan perubahan prilaku, serta edukator yaitu pencerdasan dan pencerahan,” jelas Turina.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana mengatakan, masalah sosial yang terjadi saat ini sangat komplek. Pemerintah daerah tidak akan mampu menanggulanginya tanpa bantuan masyarakat.
“Banyak permasalahan sosial yang kita hadapi seperti gelandangan, pengemis, kupu-kupu malam, korban asusila dan lainnya. Untuk itulah sangat perlu kita tingkatkan kepekaan sosial,” kata Bima.
Berbagai kendala dihadapi pemerintah dalam menanggulangi masalah-masalah sosial, diantaranya keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Bima mengajak dunia usaha turut peduli membantu pemerintah menanggulangi masalah sosial, setidaknya terhadap masyarakat di sekitar perusahaan masing-masing. (RAFIUDIN/N).








