**Borneonews - Jakarta**, Presiden terpilih Prabowo Subianto mulai melakukan penjemputan kandidat menteri untuk kabinetnya di kediamannya yang terletak di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada hari Senin. Kegiatan ini menandai langkah awal dalam pembentukan pemerintahan baru. Di antara tokoh yang hadir untuk bertemu Prabowo adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian, serta Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang. Kedua tokoh tersebut tidak memberikan komentar kepada wartawan dan langsung menuju ke kediaman Prabowo untuk mengikuti pertemuan tertutup. Sejauh ini, sejumlah politisi dan profesional juga telah hadir di kediaman Prabowo, termasuk Prasetyo Hadi, Sugiono, Widiyanti Putri Wardhana, Natalius Pigai, Yandri Susanto, Fadli Zon, Nusron Wahid, Saefullah Yusuf, Maruarar Sirait, Abdul Kadir Karding, Wihaji, Teuku Riefky Harsya, Arifatul Choiri Fauzi, Yassierli, Satryo Soemantri, dan Abdul Mu'ti. Selain itu, beberapa menteri dari pemerintahan Presiden Joko Widodo seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang, Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan, dan Bahlil Lahadalia yang menjabat sebagai Menteri Investasi, juga terlihat mengunjungi kediaman Prabowo. Setiap pengunjung menghabiskan waktu sekitar 15 hingga 20 menit di sana. Mengenai daftar kandidat menteri yang dirangkul, AHY menjelaskan bahwa mereka dipanggil secara bergiliran untuk bertemu dengan Prabowo. AHY juga menyatakan bahwa ia telah menerima tugas strategis dari Prabowo, meskipun ia menolak untuk mengungkapkan posisi yang akan diembannya. "Saya diminta untuk mampu membantu menjalankan peran strategis di masa depan, dan tentu saja, atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga Partai Demokrat, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan," ujarnya. "Saya siap menjalankan tugas yang akan diamanahkan di masa depan," tambahnya. AHY juga mencatat bahwa Prabowo berkeinginan untuk memastikan bahwa pembangunan di masa mendatang dapat berlangsung lebih sukses. "(Ini termasuk) pembangunan sumber daya fisik dan manusia. Menurut saya, itu adalah bagian yang tak terpisahkan. Jika semuanya berhasil, tentu saja, Indonesia maju yang kita impikan dapat terwujud," jelasnya. Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan diambil sumpahnya sebagai presiden dan wakil presiden baru Indonesia pada tanggal 20 Oktober, menggantikan posisi Presiden Joko 'Jokowi' Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA