MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Mataram yang terletak di Nusa Tenggara Barat telah menggelar pelatihan yang fokus pada konversi sepeda motor menjadi motor listrik. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian 60 peserta yang antusias mengikuti pelatihan. Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dibagi ke dalam tiga sesi dengan masing-masing sesi diisi oleh 20 orang peserta. Setiap sesi direncanakan berlangsung selama empat hari ke depan. Peserta pelatihan ini terdiri dari siswa-siswa SMKN 3 Mataram, siswa-siswa dari sekolah-sekolah imbas, para alumni, serta para guru dari sekolah imbas tersebut. SMKN 3 Mataram sendiri telah memiliki bengkel yang berstatus sebagai bengkel konversi resmi kelas B yang diakui oleh Kementerian Perhubungan. Dengan adanya pelatihan ini, Sulman berharap peserta akan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan praktis yang relevan, sejalan dengan perkembangan pesat teknologi kendaraan listrik yang semakin mendunia. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya SMKN 3 Mataram untuk meningkatkan kualitas bengkel konversi menuju status kelas A di masa yang akan datang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat memberikan penghargaan atas usaha SMKN 3 Mataram dalam memperkenalkan dan memperluas informasi mengenai kendaraan listrik melalui konversi sepeda motor konvensional. Saat ini, SMKN 3 Mataram bekerja sama dengan dua sekolah imbas dalam proyek konversi sepeda motor, yaitu SMKN 1 Jonggat yang berada di Lombok Tengah, NTB, serta SMK ST Antolisiun yang terletak di Ruteng, Manggarai, NTT. Pelatihan yang dimulai sejak hari Senin mencakup berbagai materi penting, termasuk *overview* mengenai peraturan yang mengatur kendaraan listrik hasil konversi. Pengetahuan mengenai legalitas dan regulasi ini sangat penting untuk dipahami oleh para peserta. Selain itu, para peserta mendapat penjelasan mendalam mengenai berbagai komponen kendaraan listrik. Kegiatan praktik dalam pelatihan tersebut meliputi pembuatan *wiring* untuk kendaraan listrik, proses konversi dari motor konvensional ke motor listrik, serta praktik uji dan *dynotest* untuk mengukur performa dari kendaraan yang telah dikonversi. Pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari PLN UIP Nusa Tenggara yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan di bidang otomotif, khususnya mengenai kendaraan listrik. SMKN 3 Mataram menyatakan komitmennya untuk mendukung pendidikan vokasi yang relevan dan mempersiapkan para peserta agar dapat berkontribusi dalam industri kendaraan listrik yang terus berkembang. "Pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta yang ingin membangun karir di bidang otomotif yang berkelanjutan,” tutup Sulman Haris. ANTARA