**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat bahwa per Juli 2024, sebanyak 25,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah berhasil melakukan transformasi dan terintegrasi dalam ekosistem digital. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan di sektor UMKM di tanah air.
Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah, mengungkapkan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta bahwa digitalisasi dilakukan melalui berbagai inisiatif. Ini termasuk optimalisasi penggunaan *e-katalog* dan media sosial untuk mendukung pelaku usaha mikro. Selain itu, terdapat upaya untuk memaksimalkan *e-commerce* lokal, dan penerapan sistem yang lebih terstruktur bagi pelaku usaha kecil, serta digitalisasi dalam pengelolaan data anggota dan laporan keuangan untuk sektor usaha menengah.
Siti Azizah menekankan bahwa inisiatif transformasi digital bagi UMKM sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Presiden menginginkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengamat dalam gelombang perdagangan digital global, tetapi juga aktif berpartisipasi dengan memanfaatkan berbagai *marketplace* untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal.
Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi bahwa upaya digitalisasi akan mencakup tidak hanya pada aspek pemasaran *online*, tetapi juga akan meliputi seluruh dimensi operasional bisnis UMKM. Ini termasuk proses produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran yang lebih efisien.
Siti Azizah menambahkan bahwa sekitar 32 juta *merchant* di seluruh Indonesia telah terdaftar sebagai pengguna *QRIS*, dengan 95 persen di antaranya berasal dari pelaku UMKM. Ini menunjukkan betapa dalamnya adopsi teknologi digital di kalangan pelaku UMKM.
Menurut hasil pengumpulan data oleh Kemenkop UKM yang dilakukan antara 2022 hingga 2023, terdapat 13,4 juta pelaku koperasi dan UMKM dari sektor non-pertanian, yang tersebar di 455 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, sebelumnya telah menyatakan bahwa proses digitalisasi ini sangat penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM yang berasal dari dalam negeri. Ia menegaskan pentingnya tidak hanya memasuki pasar digital, tetapi juga memanfaatkan *smart factory* dan *Internet of Things (IoT)* untuk mengoptimalkan operasional bisnis, sehingga UMKM di Indonesia dapat berdaya saing tinggi di pasar global.
ANTARA
Transformasi Digital 25,5 Juta UMKM di Indonesia Meningkatkan Daya Saing
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







