SURABAYA –
**Borneonews - Trenggalek**, Kepolisian Resor Trenggalek yang terletak di Jawa Timur mengambil inisiatif untuk melakukan pengasapan di semua Polsek yang berada di bawah jajarannya. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit demam berdarah dengue yang telah menunjukkan gejala peningkatan di wilayah setempat. Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, menyampaikan bahwa kegiatan *fogging* atau pengasapan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada hari ini. Jadwal pelaksanaan di setiap Polsek akan dilakukan secara bergantian. Pelaksanaan pengasapan ini merupakan hasil kerja sama antara Satuan Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Trenggalek dengan Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung. Pengasapan ini akan difokuskan pada berbagai gedung dan fasilitas milik Polri, baik di tingkat Polres maupun Polsek. Selain itu, kegiatan ini juga akan dilakukan di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan kepolisian, seperti sekolah Kemala Bhayangkari, taman kanak-kanak, serta lembaga pendidikan usia dini (PAUD) hingga gedung Bhayangkari. Kapolres menyatakan bahwa tempat-tempat yang akan dikenakan *fogging* mencakup ruang kerja, kamar mandi, ruang tahanan, tempat parkir, dan area lainnya yang memerlukan tindakan pencegahan. Dalam beberapa minggu terakhir, kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Trenggalek mengalami lonjakan signifikan, dengan 817 kasus tercatat per 7 Oktober 2024. Jumlah ini meningkat drastis dengan tambahan 688 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Menyikapi situasi tersebut, Kapolres menekankan pentingnya langkah pencegahan yang diambil. Ia mengingatkan bahwa penyakit demam berdarah dapat mengancam siapa saja, termasuk di kalangan anggota kepolisian. Pengasapan diharapkan dapat melindungi baik anggota kepolisian maupun masyarakat dari ancaman penyakit ini, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat di seluruh markas besar Polri di Kabupaten Trenggalek. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program *3M plus*, yang mencakup langkah-langkah efektif untuk meminimalkan risiko penularan penyakit. ANTARA