BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Basarnas Natuna yang berlokasi di Kepulauan Riau, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, telah melaksanakan latihan penanggulangan bencana longsor. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat yang berkaitan dengan bencana. Kepala Sub Seksi Operasi Basarnas Natuna, Budiman, menyatakan bahwa latihan ini dilaksanakan di kantor yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur. Dalam pelatihan, para peserta dihadapkan dengan skenario bencana longsor akibat cuaca ekstrem, di mana hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan berbagai kerusakan. Budiman menekankan bahwa cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan kerusakan seperti tumbangnya pohon dan merusak bangunan. Ia menggambarkan situasi di Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, di mana intensitas hujan yang tinggi telah mengakibatkan banyak pohon tumbang serta terjadinya longsor tanah dan batu dari kawasan Gunung Ranai. Simulasi latihan tersebut mengharuskan BPBD melakukan asesmen untuk mendirikan posko penanggulangan bencana, serta berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk Basarnas Natuna. "Dalam operasi ini, Basarnas berperan sebagai ujung tombak untuk melakukan evakuasi korban dan bersinergi dengan BPBD," tambahnya. Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Natuna, Zulheppy, menjelaskan bahwa total peserta dalam latihan ini mencapai 100 orang. Terdapat 46 personel dari BPBD yang berfokus pada dapur umum, sekitar 40 orang dari Basarnas, serta partisipasi dari pelajar Pramuka dan Puskesmas Ranai. Zulheppy juga menyoroti adanya simulasi di mana terdapat korban yang terjebak di reruntuhan rumah akibat longsor. Dalam situasi tersebut, Basarnas bekerja sama dengan BPBD dan berbagai instansi lainnya untuk melakukan evakuasi terhadap para korban yang terjebak. Dengan latihan ini, diharapkan kemampuan personel dalam menangani bencana dapat meningkat. "Saat ini, latihan masih berlangsung, dan besok pagi kita akan melakukan apel penutupan," tutup Zulheppy. Kegiatan semacam ini sangat penting demi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa depan. ANTARA