**Borneonews - Jakarta Selatan**, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat melalui pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Stasiun Tanjung Barat, yang terletak di wilayah Jagakarsa. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk memberikan akses yang lebih aman bagi warga yang menggunakan fasilitas publik, seperti transportasi umum dan pusat perbelanjaan.
Dalam acara peresmian pembangunan JPO tersebut, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyatakan harapannya agar JPO yang dibangun dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia berharap dengan adanya jembatan ini, warga dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melintas. Proyek ini tidak hanya diharapkan sebagai fasilitas penyeberangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua pengguna jalan.
JPO di Stasiun Tanjung Barat ini mendapatkan dukungan dari Sinar Mas, sementara pengelolaan jembatan tersebut akan diserahkan kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Meskipun rincian mengenai jumlah nilai bantuan yang diberikan tidak dipublikasikan, Heru menekankan bahwa pembangunan ini bertujuan memfasilitasi akses masyarakat ke pusat perbelanjaan AEON Mall Tanjung Barat serta ke layanan transportasi umum di stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) dan layanan non-BRT Transjakarta.
Lebih lanjut, Heru menginformasikan bahwa pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk membangun empat JPO tambahan. Dari empat jembatan tersebut, dua sudah diresmikan, sementara dua lainnya ditargetkan untuk selesai pada bulan November 2024. Ia menjelaskan bahwa Dinas Bina Marga DKI Jakarta memiliki rencana pembangunan sejumlah JPO di beberapa lokasi.
Secara keseluruhan, sumber pendanaan untuk pembangunan JPO ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta untuk Tahun Anggaran 2024. Desain JPO ini mengusung konsep modern yang juga mencerminkan kearifan lokal, menciptakan harmoni antara modernitas dan budaya setempat.
Empat lokasi yang direncanakan untuk pembangunan JPO selanjutnya adalah JPO PGC Cililitan di Jalan Dewi Sartika di Jakarta Timur, yang memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 3 meter, JPO Sunter Barat di Jalan Danau Sunter Barat di Jakarta Utara dengan panjang 25,6 meter dan lebar 3 meter, JPO Mas Mansyur di Jalan KH Mas Mansyur di Jakarta Pusat dengan panjang sekitar 39 meter dan lebar 3 meter, serta JPO Dukuh di Jalan H Bokir Bin Djiun atau Jalan Pondok Gede Raya di Jakarta Timur dengan panjang 25 meter dan lebar 3 meter.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah merencanakan pembangunan tujuh jembatan dengan total anggaran antara Rp144 miliar hingga Rp145 miliar di tahun 2024. Rincian proyek ini mencakup tiga jembatan di atas kali dengan biaya sekitar Rp85 miliar dan empat jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan total anggaran sebesar Rp89 miliar. Rencana pembangunan ini mencakup JPO di Jalan Mas Mansyur, JPO Sunter Barat, JPO Dukuh, dan JPO PGC, serta beberapa opsi jembatan di atas sungai seperti Jembatan Widya Chandra, Jembatan Irigasi Sejajar (Banjir Kanal Timur), dan Jembatan Cipinang Besar.
ANTARA
Pembangunan JPO Stasiun Tanjung Barat untuk Keamanan Warga
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







